Page 67 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 DESEMBER 2019
P. 67
Title PENJELASAN KEMENLU TERKAIT YULI RISWATI YANG DIDEPORTASI DARI HONGKONG
Media Name jawapos.com
Pub. Date 04 Desember 2019
https://www.jawapos.com/nasional/04/12/2019/penjelasan-kemenlu-terkait -yuli-
Page/URL
riswati-yang-dideportasi-dari-hongkong/
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memberikan penjelasan terkait kasus
yang dialami pekerja migran Indonesia, Yuli Riswati. Seperti diketahui, Yuli
dideportasi dari Hongkong dan telah tiba di Bandara Internasional Juanda pada
Senin (2/12) lalu.
Kasus yang dialami Yuli menjadi perhatian sejumlah pihak. Pasalnya, Yuli sebelum
dideportasi terlebih dahulu ditahan selama 28 hari oleh Imigrasi Hongkong di Pusat
Imigrasi Castle Peak By.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya mengatakan bahwa penahanan yang
kemudian berujung deportasi ini diduga dilakukan pemerintah Hongkong karena
aktivitas jurnalistik yang dilakukan Yuli. Perempuan yang sudah 10 tahun menjadi
buruh migran di Hongkong itu memang rutin melakukan reportase, baik tulisan
maupun foto langsung dari titik demonstrasi di Hongkong yang sedang marak.
Aktivitas jurnalisme warga yang dilakukan Yuli dianggap berbahaya oleh otoritas
Hongkong. Yuli menyajikan semua informasi yang didapatnya melalui media
alternatif bernama Migran Pos yang digagasnya bersama sejumlah pekerja migran.
Sementara itu, Migrant CARE dan Amnesty Internasional mendorong Pemerintah
Indonesia untuk turun tangan. Menurut mereka, Indonesia harus memberikan
perlindungan hukum terhadap Yuli. Selain itu, Migrant CARE dan Amnesty
Internasional juga menyebut tindakan Hongkong tidak lazim.
"Tindakan Pemerintah Hongkong terhadap Yuli bersifat represif dan tidak lazim.
Sudah seharusnya pemerintah Indonesia memprotes perlakuan tidak adil
pemerintah Hongkong dan memberi perlindungan hukum untuk Yuli," sebut Ketua
Pusat Studi Migrasi Migrant Care Indonesia Anis Hidayah dalam keterangan tertulis
yang diterima JawaPos.com.
Kemenlu sendiri memberikan penjelasan bahwa deportasi terhadap Yuli akibat
melebihi izin tinggal (overstay). Sebelum menjalani sidang pada 4 November 2019,
Yuli didakwa melanggar ketentuan Imigrasi Hongkong yaitu melebihi izin tinggal.
Page 66 of 96.

