Page 71 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 DESEMBER 2019
P. 71
Title JADI TULANG PUNGGUNG PEREKONOMIAN, PEKERJA INFORMAL JUGA BUTUH JAMSOSTEK
Media Name liputan6.com
Pub. Date 04 Desember 2019
https://www.liputan6.com/regional/read/4126428/jadi-tulang-punggung-pe
Page/URL
rekonomian-pekerja-informal-juga-butuh-jamsostek
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Pemerintah pusat dan daerah dinilai perlu memberikan anggaran program jaminan
sosial ketenagakerjaan untuk pekerja informal. Hal tersebut setidaknya diungkapkan
Hery Susanto, Koordinator Nasional Masyarakat Peduli Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial (KORNAS MP BPJS) di forum Sarasehan Program BP Jamsostek
untuk pekerja informal, sekaligus Rapat Koordinasi Wilayah Masyarakat Peduli
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Rakorwil MP BPJS) Banten, di Gedung MUI
Provinsi Banten, Selasa (4/12/2019).
Program jaminan sosial ketenagakerjaan untuk tenaga kerja informal penting
dilakukan sebagai bentuk hadirnya tanggung jawab negara dalam memberikan
perlindungan.
"Pekerja informal merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Mereka
bekerja di banyak profesi kerja, misalnya petani, nelayan, pedagang, marbot, guru
ngaji, dan lainnya," katanya.
Jumlah pekerja informal yang menjadi peserta BP Jamsostek, kata Hery, masih
sangat kecil di bawah 3 jutaan orang dari potensi tenaga kerja informal sebesar
74.093.224.
"Pemerintah perlu mengaktifkan kembali anggaran bantuan stimulan program
jaminan sosial pekerja informal yang dulu disebut tenaga kerja luar hubungan kerja
(TKLHK)," kata Hery.
Program bantuan stimulan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk pekerja informal
itu penting mengingat mereka banyak yang belum paham manfaat program BP
Jamsostek.
"Sosialisasi program BP Jamsostek untuk pekerja informal ini harus diperluas dan
pemerintah perlu menganggarkan kembali bantuan dana stimulan program
Jamsostek untuk pekerja informal, sebab mereka masih awam dan belum
mengetahui apalagi merasakan besarnya manfaat program BP Jamsostek," kata
Hery Susanto.
Page 70 of 96.

