Page 88 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 DESEMBER 2019
P. 88

DIDUGA DIDEPORTASI AKIBAT TULIS DEMO HONG KONG, YULI: PEKERJA MIGRAN BUTUH
                Title
                               TAHU ISU INI
                Media Name     tempo.co
                Pub. Date      04 Desember 2019
                               https://www.tempo.co/dw/1644/diduga-dideportasi-akibat-tulis-demo-hong -kong-yuli-
                Page/URL
                               pekerja-migran-butuh-tahu-isu-ini
                Media Type     Pers Online
                Sentiment      Positive












               Seorang pekerja migran Indonesia (PMI), Yuli Riswati dideportasi oleh pemerintah
               Hong Kong, pada Senin (2/12) atas alasan pelanggaran izin tinggal yang telah
               melebihi waktu atau overstay.

               Namun, ketika dihubungi DW Indonesia, Yuli meyakini bahwa pemulangan dirinya
               justru disebabkan karena ia kerap membuat laporan tentang demonstrasi Hong
               Kong.


               "Indikasinya berhubungan dengan tulisan-tulisan saya seputar gerakan anti
               ekstradisi, karena saya banyak menulis dan menceritakan peristiwa terkini di
               Hongkong," ujar Yuli.


               Pekerja migran asal Surabaya ini cukup sering memberitakan tentang peristiwa
               gerakan pro demokrasi yang terjadi di Hong Kong dan mempublikasikannya lewat
               media alternatif miliknya yakni Migran Pos.


               Pada 23 September 2019, sebuah media lokal Hong Kong memuat profil Yuli dan
               menceritakan tentang kisah seorang pembantu rumah tangga (PRT), yang kerap
               membagikan cerita seputar demonstrasi Hong Kong. Berita tersebut kemudian
               menjadi trending di Hong Kong. Pada hari yang sama, Yuli ditangkap oleh petugas
               Imigrasi Kowloon Bay, ketika berada di rumah majikannya karena diduga melakukan
               pelanggaran izin tinggal.

               Kepada DW Indonesia, Yuli menyampaikan bahwa kasus overstay juga pernah
               dialami kawan-kawannya dari Filipina, Thailand, Nepal dan Indonesia. Namun,
               menurutnya pekerja migran hanya perlu meminta maaf kepada pihak imigrasi Wan
               Chai, Hong Kong dan setelahnya mengatur perpanjangan visa.

               "Kasus overstay yang lain itu benar-benar melanggar izin tinggal, karena tidak
               bermajikan atau tidak memiliki kontrak kerja atau izin tinggal. Jadi dia benar-benar
               illegal working dan sudah pasti pada akhirnya dideportasi. Tapi, untuk kasus saya
               yang memiliki majikan dan kontrak kerja yang sah, itu tidak pernah terjadi dan
               belum pernah terjadi," jelasnya kepada DW Indonesia.





                                                       Page 87 of 96.
   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93