Page 89 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 DESEMBER 2019
P. 89
Baca juga: 16 Migran Timur Tengah Ditemukan di dalam Kontainer Tersegel Menuju
Irlandia
Diperlakukan buruk selama 28 hari penahanan
Pada 4 November 2019, Yuli menjalani sidang di Pengadilan Sha Tin, Hong Kong. Ia
memang dinyatakan bersalah karena melanggar izin tinggal namun hanya dikenakan
hukuman wajib berkelakuan baik dan tidak boleh melanggar hukum selama 12
bulan ke depan.
Keesokan harinya, pada 5 November 2019, Yuli justru dibawa ke Castle Peak Bay
Immigration Centre (CIC), karena pihak imigrasi menilai tidak ada pihak yang
menjamin dan memberi tempat tinggal kepada Yuli. Ia lantas ditahan tanpa
pemberitahuan masa tahanan atau proses yang akan dilalui.
Selama di CIC, Yuli juga diperlakukan sangat buruk. CIC merupakan ruang
penahanan untuk orang-orang atau warga asing yang akan dipulangkan ke negara
asalnya atau sedang dalam proses pendataan atau pengajuan suaka.
"Jadi kami diperlakukan seperti tahanan yang sedang dalam pendidikan. Kami harus
senyum, kami ngomong, dihukum. Ketika saya ditahan, saya dipaksa bugil. Padahal
dalam tulisan di bukunya hanya meraba badan, tapi kenyataannya saya diminta
membuka baju dan bugil dan sebagainya yang membuat saya sempat depresi,"
sebutnya.
Baca juga: Rahasia Kelam di Balik Rumah Tahanan Para Imigran di Jepang
Yuli juga diminta menuliskan pernyataan sikap oleh petugas imigrasi yang justru ia
anggap memojokkannya.
"Saya diminta untuk menulis bahwa saya bersedia menulis pernyataan sikap tanpa
pendampingan pengacara dan saya bersedia untuk mencabut aplikasi visa saya di
imigrasi Wan Chai. Dan meminta kepada pihak imigrasi untuk memulangkan saya
segera ke tanah air," ujarnya kepada DW Indonesia.
Yuli menolak keras permintaan tersebut karena merasa masih membututuhkan visa
kerja. Namun ia yang sudah tidak kuat lagi berada di CIC selama 28 hari penahanan
dan tanpa kejelasan, akhirnya memberikan pernyataan tertulis.
"Akhirnya aku bilang, 'baik aku akan menulis, tapi aku hanya tulis, aku mencabut
aplikasi visa dan aku akan mengajukan aplikasi visa baru setibanya di Indonesia dan
meminta imigrasi Indonesia untuk mengatur kepulanganku dengan sesegera
mungkin ke Surabaya," jelasnya.
Kegiatan jurnalistik Yuli tidak melanggar hukum
Beberapa tahun lalu, Yuli menjadi kontributor untuk koran lokal Hong Kong
berbahasa Indonesia, yakni Suara. Kemudian pada Maret 2019, Yuli dan teman-
temannya membuat media sendiri, yakni sebuah media online yang fokus
Page 88 of 96.

