Page 94 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 DESEMBER 2019
P. 94

Dalam kronologi yang disusunnya, Yuli menyebut ia menjalani persidangan sejak
               akhir September itu dan pada 4 November 2019, ia dinyatakan bersalah karena
               melanggar izin tinggal dan dikenakan hukuman wajib berkelakukan baik dan tidak
               melanggar hukum selama 12 bulan.

               TKI asal Jember ini lantas mengurus dokumen untuk pengajuan visa, namun
               ternyata petugas kantor Imigrasi Kawloon Bay menyampaikan bahwa kasus Yuli
               sudah diserahkan ke kantor Castle Peak Bay Immigration Centre (CIC).

               Malangnya, saat berada di CIC, Yuli justru dinyatakan harus ditahan di Ma Tau Kok
               Detention Centre dan dibawa kembali ke CIC keesokan harinya.

               Sejak 5 November, Yuli ditahan di CIC dan penahanan itu berlangsung selama 28
               hari sampai ia dideportasi.

               Perempuan yang telah menjadi buruh migran di Hong Kong selama 10 tahun ini
               curiga, alasan pemulangannya lebih dikaitkan dengan aktivitasnya sebagai jurnalis
               warga atau citizen journalist.

               Sejak awal tahun ini, Yuli bersama beberapa rekannya mendirikan Migran Pos yang
               memberitakan beragam hal yang terjadi di Hong Kong, termasuk demo besar yang
               makin memanas. "Karena sebenarnya, kasus yang saya alami itu banyak dialami
               juga oleh pekerja migran lainnya," ungkap Yuli.


               "Dan itu cukup diselesaikan dengan permintaan maaf," jelas Yuli kepada ABC
               melalui sambungan telepon.

               Ia mengatakan, majikannya sempat menelepon langsung ke kantor Imigrasi di
               wilayah Wan Cai, kantor pengajuan visa untuk buruh migran.

               Sang majikan bahkan melaporkan dokumen kerja Yuli yang ditahan Imigrasi
               Kowloon Bay, imigrasi yang pertama kali menangkapnya.

               Namun respon Imigrasi Wan Cai justru membuatnya terkejut. "Mereka menelepon
               balik dan bilang 'Oh maaf kasus pekerjamu ini spesial. Jadi tunggu sampai
               dokumennya dikembalikan oleh Kowloon Bay'."

               "Nah tanda 'spesial' itu yang menjadi teka-teki buat kami," ujarnya.

               Pada tanggal 2 Desember, setelah beberapa hari meminta akses dokter karena
               sakit, Yuli diberi izin keluar tahanan. Namun bukannya menemui dokter, Yuli justru
               dibawa ke bandara lalu dipulangkan ke Indonesia dengan pesawat Cathay Pacific CX
               779, dan mendarat di Bandara Juanda, Surabaya, malam harinya.

               Pemulangan Yuli itu dikecam oleh organisasi Migrant Care. Direktur Eksekutif
               Migrant Care, Wahyu Susilo, menduga kuat penyebab deportasi Yuli adalah
               aktivitasnya yang sangat aktif dalam melaporkan situasi demonstrasi di Hong Kong.







                                                       Page 93 of 96.
   89   90   91   92   93   94   95   96   97