Page 378 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 378

Berdasarkan formula dari PP Nomor 36 Tahun 2021, kenaikan UMP di DKI Jakarta tahun 2022
              hanya sebesar Rp 37.749 atau 0,85 persen menjadi Rp 4.453.935 per bulan. Kenaikan yang
              hanya  sebesar  Rp  38  ribu  idibandingkan  pada  2021,  irasa  amat  jauh  dari  layak  dan  tidak
              memenuhi asas keadilan.

              Hal itu, mengingat peningkatan kebutuhan hidup pekerja atau buruh terlihat dari inflasi di DKI
              Jakarta yaitu sebesar 1,14 persen. Sebagai informasi, dalam kurun waktu enam tahun terakhir
              rata-rata kenaikan UMP DKI Jakarta adalah sebesar 8,6 persen yakni pada 2016 sebesar 14,8
              persen.

              Kemudian, pada 2017 sebesar 8,2 persen, pada 2018 sebesar 8,7 persen,pada 2019 sebesar 8
              persen,pada 2020 mencapai 8,5 persen. dan pada 2021 sebesar 3,2 persen. Selain itu, lanjut
              dia, terdapat dinamika pertumbuhan ekonomi yang tidak semua sektor lapangan usaha saat
              pandemi Covid-19 mengalami penurunan.

              Sebagian sektor, menurut Anies, bahkan mengalami peningkatan. Misalnya, sektor transportasi
              dan pergudangan, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, jasa kesehatan dan kegiatan sosial
              berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-
              2021.

              Sedangkan,  kata  Anies,  Provinsi  DKI  Jakarta  merupakan  satu-satunya  provinsi  yang  tidak
              memiliki upah minimum kabupaten/kota (UMK), sehingga UMP menjadi ketetapan final yang
              berlaku di semua wilayah kota/kabupaten.

              "Sementara  belum  ada formula  penetapan  UMP  yang  baru,  Pemerintah  Provinsi  DKI  Jakarta
              sedang melakukan kaji ulang penghitungan UMP 2022 dan pembahasan kembali dengan semua
              stakeholder untuk menyempurnakan dan merevisi Keputusan Gubernur dimaksud agar prinsip
              keadilan bisa dirasakan," ucap Anies.

              Sementara itu, Aliansi buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama
              Rakyat (Gebrak) dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta pada
              Senin siang WIB, guna mendesak kenaikan UMP Jakarta minimal sebesar 10 persen.

              Juru Bicara Gebrak Ilhamsyah, menyatakan, sebelum menyampaikan tuntutan kenaikan UMP,
              pihaknya akan  melakukan  aksi  di  kawasan  industri,  seperti di  Jakarta  Utara  dan  Tangerang.
              Setelah itu, massa kemudian mengarah ke depan Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan,
              Jakarta Pusat.

              Dia mengaku, massa ingin menuntut pencabutan Surat Keputusan (SK) Penetapan UMP, yang
              membuat upah tahun depan hanya naik sebesar 1,09 persen. "Kedua, kita menuntut Presiden
              Jokowi  mengeluarkan  kenaikan  upah  secara  nasional  rata-rata  antara  10  sampai  15  persen
              melalui Keputusan Presiden atau Kepres," kata Ilhamsyah.

              Ketua  Umum  Konfederasi  Persatuan  Buruh  Indonesia  (KPBI)  itu  menegaskan,  buruh  dan
              mahasiswa juga menuntut agar pemerintah dapat menjalankan keputusan Mahkamah Konstitusi
              (MK) yang menyatakan bahwa Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
              inkonstitusional secara bersyarat.


              Disadur dari Republika.co.id Gubernur DKI Jakarta Menaker UMP 2022 Formula.








                                                           377
   373   374   375   376   377   378   379   380   381   382   383