Page 464 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 464

8,2 persen, 2018 sebesar 8,7 persen, 2019 sebesar 8,0 persen, lalu 2020 8,5 persen, dan 2021
              sebesar 3,2 persen.
              "Berkenan  hal  tersebut,  dengan  hormat  kami  mengusulkan  dan  mengharapkan  kepada  bu
              Menteri untuk dapat meninjau kembali formula penetapan Upah Minimum Provinsi sebagaimana
              diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan," ucapnya.

              "Agar  dapat  memenuhi  asas  keadilan  dan  hubungan  industrial  yang  harmonis,  sehingga
              kesejahteraan pekerja atau buruh dapat terwujud," tuturnya.

              Hal  itu  ditambah,  menurut  Anies,  di  wilayah  DKI  Jakarta  terdapat  dinamika  pertumbuhan
              ekonomi  yang  tidak  semua  sektor-sektor  lapangan  usaha  pada  masa  pandemi  Covid-19
              mengalami penurunan.

              Misalnya  pada  Rilis  BPS  DKI  Jakarta  Pertumbuhan  Ekonomi  Triwulan  3 tahun  2021,  tercatat
              sektor transportasi dan pergudangan, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, jasa kesehatan
              dan kegiatan sosial mengalami peningkatan.

              “Mengingat Provinsi DKI Jakarta adalah merupakan satu-satunya provinsi yang tidak memiliki
              Upah Minimum Kabupaten/Kota sehingga Upah Minimum Provinsi menjadi ketetapan final yang
              berlaku di semua wilayah kota/kabupaten,” ucap Anies.

              Anies menegaskan Pemprov DKI Jakarta tengah mengkaji ulang penghitungan UMP untuk tahun
              2022.  Ia  memastikan  akan  membahas  kembali  dengan  semua  stakeholder  untuk
              menyempurnakan  dan  merevisi  Keputusan  Gubernur  dimaksud  agar  prinsip  keadilan  bisa
              dirasakan.













































                                                           463
   459   460   461   462   463   464   465   466   467   468   469