Page 468 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 468

salah satunya yaitu kebijakan penetapan upah minimum, baik UMK maupun UMP tahun 2022 di
              Jawa Timur.
              Dari uraian di atas, buruh yang tergabung dalam Gasper (Gerakan Serikat Pekerja) Jawa Timur
              mendesak Gubernur Jawa Timur untuk menghentikan politik upah murah untuk menarik investasi
              tetapi buruh dieksploitasi.

              "Kembalikan  usulan  atau  rekomendasi  UMK  tahun  2022  ke  Bupati/Walikota  agar  dilakukan
              pembahasan ulang di tingkat Dewan Pengupahan Kabupaten Kota tanpa menggunakan PP No.
              36/2021  tentang  Pengupahan,  kecuali  rekomendasi  Bupati  atau  Walikota  yang  telah
              merekomendasikan  kenaikan  upah  di  luar  ketentuan  PP.  No.  36/2021  dan  telah
              merekomendasikan besaran UMSK tahun 2022," ujar Jubir Gasper, Jazuli.

              Buruh  meminta  agar  Pemprov  menetapkan  dan  memberlakukan  Upah  Minimum  Sektoral
              Kabupaten/Kota (UMSK) di Jawa Timur tahun 2022.

              "Revisi Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/783/KPTS/013/2021 tentang Upah Minimum
              Provinsi Jawa Timur tahun 2022 dan lalukan pembahasan ulang UMK 2022 tanpa menggunakan
              PP No. 36/2021. Lakukan pembahasan ulang dengan mengacu kepada UU No. 13/2003 tentang
              Ketenagakerjaan," tuturnya.

              Untuk  diketahui,  puncak  aksi  yang  seharusnya  dilakukan  hari  ini  (29/11/2021)  ditunda
              pelaksanaanya pada tanggal 30 November 2021 dengan estimasi massa sebanyak 50 ribu orang
              Buruh Jawa Timur. Penundaan puncak aksi tersebut dikarenakan hingga saat ini pembahasan
              UMK tahun 2022 di Jawa Timur masih digodok oleh Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Timur.
              (*).











































                                                           467
   463   464   465   466   467   468   469   470   471   472   473