Page 499 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 499

terwujud. Permintaan Anies itu dituangkan dalam surat kepada Menaker pada 22 November
              terkait usul peninjauan kembali formula penetapan UMP. Dalam surat itu, Anies menjelaskan,
              Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharuskan untuk menerapkan penghitungan UMP sama persis
              atau  sesuai  dengan  formula  Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021yang  dituangkan
              kembali menjadi Keputusan Gubernur Nomor 1395 Tahun 2021 tentang Upah Minimum Provinsi
              Tahun 2022. Kemudian, Pemprov DKI diharuskan untuk menetapkan/mengumumkan sebelum
              tanggal 21 November 2021. Keputusan Gubernur itu, lanjut Anies, dibuat semata-mata agar
              tidak melanggar ketentuan di atas.
              ”Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melihat ada ketidaksesuaian dan tidak terpenuhinya
              rasa  keadilan  antara  formula  penetapan  UMP  dari  Kementerian  Ketenagakerjaan  Republik
              Indonesia dengan kondisi senyatanya di lapangan,” papar Anies.

              Berdasar formula dari Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021, kenaikan UMP di DKI Jakarta
              pada 2022 hanya Rp 37.749 atau 0,85 persen menjadi Rp 4.453.935 per bulan. Kenaikan yang
              hanya Rp 38 ribu itu dirasa amat jauh dari layak dan tidak memenuhi asas keadilan. Mengingat
              peningkatan kebutuhan hidup pekerja atau buruh terlihat dari inflasi di DKI Jakarta yaitu sebesar
              1,14  persen.  Dalam  kurun  waktu  enam  tahun  terakhir,  rata-rata  kenaikan  UMP  DKI  Jakarta
              adalah sebesar 8,6 persen yakni pada 2016 sebesar 14,8 persen, kemudian pada 2017 sebesar
              8,2 persen, 2018 sebesar 8,7 persen, 2019 sebesar 8 persen, 2020 mencapai 8,5 persen, dan
              2021 sebesar 3,2 persen.

              Selain itu, Anies menambahkan, terdapat dinamika pertumbuhan ekonomi yang tidak semua
              sektor lapangan usaha pada masa pandemi Covid-19 mengalami penurunan. Sebagian sektor
              bahkan mengalami peningkatan misalnya sektor transportasi dan pergudangan, informasi dan
              komunikasi, jasa keuangan, jasa kesehatan, dan kegiatan sosial, berdasar data BPS DKI Jakarta
              Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2021. Menurut Anies, Provinsi DKI Jakarta merupakan satu-
              satunya provinsi yang tidak memiliki upah minimum kabupaten/kota. Sehingga, upah minimum
              provinsi menjadi ketetapan final yang berlaku di semua wilayah kota/kabupaten.

              ”Sementara  belum  ada formula  penetapan  UMP  yang  baru,  Pemerintah  Provinsi  DKI  Jakarta
              sedang melakukan kaji ulang penghitungan UMP 2022 dan pembahasan kembali dengan semua
              stakeholder untuk menyempurnakan dan merevisi Keputusan Gubernur dimaksud agar prinsip
              keadilan bisa dirasakan,” terang Anies.































                                                           498
   494   495   496   497   498   499   500   501   502   503   504