Page 502 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 502

Sementara  belum  ada  formula  penetapan  UMP  yang  baru,  Pemerintah  Provinsi  DKI  Jakarta
              sedang melakukan pengkajian ulang penghitungan UMP tahun 2022 dan pembahasan kembali
              dengan semua stakeholder untuk menyempurnakan dan merevisi Keputusan Gubernur.

              Tujuannya  kata  dia,  agar  prinsip  keadilan  bisa  dirasakan  oleh  seluruh  seluruh  pihak  tidak
              terkecuali buruh.

              Pada kesempatan yang berbeda, Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria menjelaskan, kewenangan
              untuk menetapkan UMP 2022 bukan berada di Pemerintah Daerah melainkan Pemerintah Pusat.

              Dia juga mengingatkan bahwa ada perbedaan antara Jakarta dengan provinsi lain di Indonesia.
              Di Jakarta, kabupaten/kota yang ada bersifat administratif.

              "Jadi begini ada perbedaan, antara DKI dan luar Jakarta kalau luar Jakarta itu kebijakan Pemprov
              mengeluarkan aturan yang ada kabupaten bisa berbeda," tuturnya.
              Terkait dengan tuntutan buruh ini, Politikus Partai Gerindra itu berjanji akan mencarikan solusi
              terbaik.

              Ariza mengklaim, Pemprov Jakarta terus memperhatikan buruh dan akan mencarikan solusi yang
              terbaik yang bersifat proporsional.

              "Kami  akan  terus  memberikan  perhatian  mencarikan  solusia  terbaik  untuk  kepentingan
              pengusaha dan buruh, kepentingan pemerintah dan seluruh warga," ucapnya.

              Sementara  hari  ini  para  buruh  kembali  mengepung  Balai  Kota  Jakarta  menuntut  agar  Anies
              Baswedan segera merevisi UMP 2022 yang hanya ditetapkan naik sebesar Rp37.000.

              Tiba di Balai Kota, buruh tampak membawa replika keranda yang bertuliskan 'matinya keadilan'
              dan 'dirampasnya keadilan'.

              Buruh juga meminta agar Anies Baswedan menemui mereka untuk menanggapi tuntutannya.

              Sang  orator  menyampaikan,  revisi  UMP  2022  merupakan  sesuatu  yang  dibutuhkan  buruh
              mengingat saat ini MK (Mahkamah Konstitusi) sudah memutuskan bahwa UU Nomor 11 tahun
              2020 tentang cipta kerja tidak inkonstitusional.
              "Hari ini kita berkumpul di Balai Kota yang katanya presiden warga Jakarta. Kami merindukan
              gubernur menemui kita, jangan pilih kasih ke siapapun," tuturnya.

              Buruh  juga  meminta  pertanggungjawaban  Anies  Baswedan  terhadap  penetapan  UMP  2022
              mendatang.

              "Gubernur  bertanggung  jawab.  Kemarin  tanggal  25  sudah  diputuskan  oleh  MK  mengatakan
              omnibus law inkonstitusional, cacat hukum, cacat formil," ucapnya.

              Sebagai informasi, MK menyatakan bahwa UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta
              Kerja bertentangan dengan UUD 1945.

              Ketua MK Anwar Usman berpendapat, MK juga menilai bahwa UU Cipta Kerja tidak mempunyai
              kekuatan hukum mengikat secara bersyarat.

              "Dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai
              'tidak dilakukan perbaikan dalam waktu 2 tahun sejak putusan ini diucapkan'," katanya.

              Anwar juga menyatakan, UU Cipta Kerja masih tetap berlaku sampai dengan adanya perbaikan
              oleh para pembentuk UU, yakni dan Pemerintah.***.
                                                           501
   497   498   499   500   501   502   503   504   505   506   507