Page 504 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 504

terwujud. Permintaan Anies itu dituangkan dalam surat kepada Menaker pada 22 November
              2021 terkait usulan peninjauan kembali formula penetapan UMP.
              Dalam  surat  itu,  Anies  menjelaskan  Pemerintah  Provinsi  DKI  Jakarta  diharuskan  untuk
              menerapkan penghitungan UMP sama persis atau sesuai dengan formula Peraturan Pemerintah
              Nomor 36 Tahun 2021yang dituangkan kembali menjadi Keputusan Gubernur Nomor 1395 tahun
              2021 tentang Upah Minimum Provinsi Tahun 2022.

              Kemudian,  Pemprov  DKI  diharuskan  untuk  menetapkan/mengumumkan  sebelum  tanggal  21
              November 2021. Keputusan Gubernur itu, lanjut dia, dibuat semata-mata agar tidak melanggar
              ketentuan di atas.

              "Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melihat ada ketidaksesuaian dan tidak terpenuhinya
              rasa  keadilan  antara  formula  penetapan  UMP  dari  Kementerian  Ketenagakerjaan  Republik
              Indonesia dengan kondisi senyatanya di lapangan," katanya.

              Berdasarkan formula dari Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021, kenaikan UMP di DKI
              Jakarta tahun 2022 hanya sebesar Rp37.749 atau 0,85 persen menjadi Rp4.453.935 per bulan.
              Kenaikan yang hanya sebesar Rp38 ribu itu dirasa amat jauh dari layak dan tidak memenuhi
              asas keadilan, mengingat peningkatan kebutuhan hidup pekerja atau buruh terlihat dari inflasi
              di DKI Jakarta yaitu sebesar 1,14 persen.
              Sebagai informasi, dalam kurun waktu enam tahun terakhir rata-rata kenaikan UMP DKI Jakarta
              adalah sebesar 8,6 persen yakni pada 2016 sebesar 14,8 persen, kemudian pada 2017 sebesar
              8,2 persen, 2018 sebesar 8,7 persen, 2019 sebesar 8 persen, 2020 mencapai 8,5 persen dan
              2021 sebesar 3,2 persen.

              Selain itu, lanjut dia, terdapat dinamika pertumbuhan ekonomi yang tidak semua sektor lapangan
              usaha  pada  masa  pandemi  COVID-19  mengalami  penurunan.  Sebagian  sektor  bahkan
              mengalami  peningkatan  misalnya  sektor  transportasi  dan  pergudangan,  informasi  dan
              komunikasi,  jasa  keuangan,  jasa  kesehatan  dan  kegiatan  sosial  berdasarkan  data  BPS  DKI
              Jakarta Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2021.

              Sedangkan,  kata  Anies,  Provinsi  DKI  Jakarta  merupakan  satu-satunya  provinsi  yang  tidak
              memiliki Upah Minimum Kabupaten/Kota sehingga Upah Minimum Provinsi menjadi ketetapan
              final yang berlaku di semua wilayah kota/kabupaten.

              "Sementara  belum  ada formula  penetapan  UMP  yang  baru,  Pemerintah  Provinsi  DKI  Jakarta
              sedang melakukan kaji ulang penghitungan UMP 2022 dan pembahasan kembali dengan semua
              'stakeholder' untuk menyempurnakan dan merevisi Keputusan Gubernur dimaksud agar prinsip
              keadilan bisa dirasakan," tulis Anies.






















                                                           503
   499   500   501   502   503   504   505   506   507   508   509