Page 79 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 79

Sementara itu, Anies Baswedan, di lokasi yang sama, mengatakan, memang ada banyak masalah
              yang terjadi saat ini, khususnya di Jakarta dan Indonesia. Termasuk masalah penghasilan para
              buruh yang kini diakui Anies sedang bermasalah.

              Di hadapan para buruh, Anies juga mengucapkan terima kasih atas perjuangan buruh tersebut.
              Saya  ingin  sampaikan  buruh  ada  jutaan  teman-teman  memilih  datang  ke  sini  untuk
              memperjuangkan nasib buruh. Terima kasih, kata Anies kepada para buruh di lokasi.

              Dalam penjelasannya, sesaat bertemu dengan Winarso, pihaknya ingin agar para buruh juga
              merasakan kesejahteraan. Terlebih, saat dia mengklaim, jika pihaknya sudah bersurat kepada
              Menaker soal formula baru kenaikan UMP DKI yang hanya naik pada Rp 38 ribu.

              Kami semua terima formulanya. Kami semua terima angkanya bila dierapkan di Jakarta, maka
              buruh di Jakarta hanya mengalami kenaikan sebesar Rp 38.000. Kami melihat angka ini adalah
              angka yang amat kecil dibanding tahun tahun sebelumnya, tutur dia.

              Padahal, lanjut Anies, pada 2021 ini, di masa pandemi Covid-19, Jakarta mengalami kenaikan
              sebesar 3,2 persen. Bahkan, kata dia, di tahun sebelumnya di Jakarta kenaikan UMP mencapai
              8,2 persen.

              Jadi  ketika  ada  ini,  kita  akan  lakukan,  kita  bersurat  kepada  Kementerian  tenaga  kerja.  Kita
              mengatakan formula ini tidak cocok untuk diterapkan di Jakarta, ucap Anies.

              Dia mengatakan, formula tersebut dinilai Anies tidak akan sesuai jika diterapkan di Jakart. Oleh
              karna  itu,  surat  yang  di  telah  dikirimkan  pihaknya  disebut  Anies  saat  ini  telah  dalam  fase
              pembahasan.

              Kita berkeinginan agar di Jakarta baik guru maupun pengusaha merasakan keadilan. Betul kan?
              kata Anies.
              Sebelumnya,  Anies  Rasyid  Baswedan,  diketahui  telah  berkirim  surat  kepada  Menteri
              Ketenagakerjaan soal Peninjauan Kembali formula Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022. Surat
              yang dikirimkan pada 22 November lalu itu, diklaim Anies jauh dari asas keadilan kehidupan
              ekonomi buruh berdasarkan inflasi di Jakarta, sekitar 1,14 persen.

              (Meskipun) enam tahun terakhir rerata kenaikan UMP DKI sebesar 8,6 persen, jelas Anies dalam
              surat bernomor 533/085.15, dikutip Republika, Senin (29/11).

              Dalam  surat  itu,  Anies menyebutkan,  saran  itu  mengacu  pada Peraturan  Pemerintah  No.  36
              Tahun 2021 soal kenaikan UMP di DKI sebesar Rp 38 ribu. Dengan dasar itu, Anies memandang,
              diperlukan perubahan penetapan UMP karena dinamika pertumbuhan ekonomi.

              Khususnya, lanjut dia, saat ada Covid-19 di Indonesia yang merubah pola usaha di antara banyak
              sektor. Tidak semua sektor di masa pandemi mengalami penurunan (omset). Justru sebagian
              mengalami peningkatan, tuturnya.

              Dikatakan  Anies,  secara  gamblang,  beberapa  sektor  yang  mengalami  kenaikan  pendapatan
              adalah sektor transportasi, perdagangan, informasi dan komunikasi. Termasuk juga keuangan,
              kesehatan hingga sosial.









                                                           78
   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84