Page 113 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 113

"Saya  sebagai  pemerintah  ingin  menyampaikan  terima  kasih  atas  dukungan,  partisipasi
              masyarakat,  terutama  dari  keluarga  besar  NU  melalui  LAZISNU,"  kata  Menaker  Ida  saat
              menjemput Etty di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (6/7/2020).

              Turut menjemput kepulangan Etty, Kepala BP2MI, Benny Ramdhani; Wakil Ketua MPR RI, Jazilul
              Fawaid; Anggota DPR RI Komisi IX, Anggia Ermarini dan Nihayatul Wafiroh. Menurut Menaker
              Ida, peran masyarakat dan advokasi dari perwakilan Indonesia untuk Arab Saudi sangat besar
              atas pembebasan dan kepulangan Etty ke Indonesia.
              "Saya kira ini kerja teman-teman perwakilan kita yang sudah mengadvokasi kepada Bu etty,
              dan akhirnya beliau dibebaskan dengan diyat yang harus dibayar. Dan diyat itu atas dukungan
              dari  seluruh  masyarakat,  termasuk  temen-temen  Komisi  IX  yang  mensupport  juga,"  kata
              Menaker Ida.
              Sebagaimana diketahui, Etty binti Toyyib merupakan PMI asal Majalengka, Jawa Barat yang
              lolos dari hukuman mati di Arab Saudi berkat tebusan 4 juta riyal atau Rp 15,5 miliar. Etty Toyyib
              merupakan  PMI  yang  bekerja  di  Kota  Taif,  Arab  Saudi.  Pada  2001,  Etty  didakwa  menjadi
              penyebab meninggalnya sang majikan, Faisal al-Ghamdi. Etty dituduh meracuni sang majikan.
              Pada kesempatan ini, Menaker Ida menyatakan komitmennya untuk terus mengadvokasi PMI
              yang  tengah  mengalami  masalah  tersebut.  Ia  juga  menyatakan  bahwa  dalam  waktu  dekat
              pihaknya akan menjemput PMI yang mengalami masalah imigrasi di Malaysia dan akan segera
              pulang.

              "Dalam waktu dekat kami akan menjemput temen-temen yang mengalami masalah imigrasi di
              Malaysia yang alhamdulillah dibebaskan dengan tanpa denda. Itu juga atas kerja keras semua
              pihak melalukan diplomasi dengan temen-teman di Malaysia," katanya.

              Lebih lanjut ia menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan moratorium dengan pemerintah
              Arab Saudi untuk penempatan PMI. Nantinya penempatan melalui Sistem Penempatan Satu
              Kanal  (SPSK).  Menurutnya,  dengan  sistem  tersebut,  perlindungan  terhadap  PMI  akan  lebih
              maksimal karena berbadan hukum, bukan perorangan. Terkait permintaan pembukaan kembali
              penempatan  PMI  ke  luar  negeri,  Ida  mengatakan  sebelum  melakukan  penempatan  PMI,
              pihaknya masih melakukan koordinasi dan evaluasi dengan berbagai gugus tugas dan negara
              penempatan  karena  pandemi  Covid-19  masih  berlangsung.    Penundaan  sementara
              keberangkatan PMI merupakan sebagai perlindungan terhadap PMI.

              "Kami sedang menyusun protokol untuk penempatan kembali. Kami sedang koordinasi dengan
              gugus  tugas  menyangkut  kesiapan  negara  penempatan.  Jadi  kita  tunda  sementara
              pemberangkatan  karena  memang  semua  negara  penempatan  juga  mengalami  pandemi,"
              terangnya. (*).























                                                           112
   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117   118