Page 117 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 117
"Memang pada dasarnya rata-rata kalau masalah pembatasan Insya Allah perusahaan sudah
membatasi. Hanya beberapa perusahaan saja yang mempekerjakan 45%:55%," ungkap Andri
saat dihubungi, di Jakarta, Senin (6/7).
Bima Arya Positif Idap Covid-19 Andri menambahkan, sebanyak 170 personel dari
Disnakertransgi DKI ikut mengawasi kegiatan perusahaan. Mereka dibagi dalam 35 tim. Satu
tim terdiri dari empat sampai lima orang dan mengawasi tiga perusahaan.
"Jadi kalau lihat tingkat kepatuhannya, alhamdulillah. Tapi masih ada kajian mendalam, ini yang
mendorong masyarakat tidak melakukan sif satu dan dua," kata dia. Meski demikian, lanjut
Andri, pihaknya bakal kembali membahas tentang pengaturan jam kerja pengawai.
"Semuanya memang harus duduk bareng instansi terkait yaitu Kemenhub, Kemenperin,
Kemendag, BUMN, PAN RB. Karena memang yang masuk Jakarta kan enggak hanya
perkantoran swasta. Nah itu dia makanya kita belum bisa men-declare itu perkantoran,"
jelasnya.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menegaskan harus ada solusi bersama untuk mengatasi
antrean calon penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) dari Stasiun Bogor yang sangat panjang pada
Senin (6/7) pagi. Menurut dia, jumlah warga Kota Bogor dan sekitarnya yang akan berangkat
kerja ke Jakarta dengan kapasitas angkut KRL yang masih dibatasi tidak seimbang sehingga
terjadi antrean sangat panjang.
"Antrean penumpang yang menumpuk, tidak bisa dibiarkan terus-menerus seperti ini, tapi harus
dicari solusi bersama," katanya.
Padahal, kata Bima, sudah dilakukan rapat koordinasi bersama pemerintah pusat yang dihadiri
antara lain oleh Menteri Perhubungan, Menteri Dalam Negeri, serta Gubernur DKI Jakarta Anies
Baswedan, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
"Solusinya, dilakukan pembagian jam kerja dalam dua sif pada kantor-kantor di Jakarta,"
katanya.
Bima melihat pembagian jam bekerja ini belum berjalan efektif atau waktu pembagian jam
kerjanya yang masih sangat singkat, yakni masuk kerja pukul 07.30 WIB dan pukul 10.00 WIB,
sehingga waktu pegawai berangkat kerja masih bersamaan. PT KCI saat ini membatasi jumlah
penumpang KRL maksimal hanya 72 orang per gerbong dan harus menerapkan protokol
kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak fisik, serta menghindari berbicara dalam
gerbong KRL. (X-15).
116

