Page 115 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 115

menjemput Etty di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (6/7/2020). Turut hadir
              menjemput  kepulangan  Etty,  Kepala  BP2MI,  Benny  Ramdhani;  Wakil  Ketua  MPR  RI,  Jazilul
              Fawaid; Anggota DPR RI Komisi IX, Anggia Ermarini dan Nihayatul Wafiroh. Menurut Menaker
              Ida, peran masyarakat dan advokasi dari perwakilan Indonesia untuk Arab Saudi sangat besar
              atas pembebasan dan kepulangan Etty ke Indonesia.

              "Saya kira ini kerja teman-teman perwakilan kita yang sudah mengadvokasi kepada Bu etty,
              dan akhirnya beliau dibebaskan dengan diyat yang harus dibayar. Dan diyat itu atas dukungan
              dari seluruh masyarakat, termasuk temen-temen Komisi IX yang men-        support  juga," kata
              Menaker Ida. Sebagaimana diketahui, Etty binti Toyyib merupakan PMI asal Majalengka, Jawa
              Barat yang lolos dari hukuman mati di Arab Saudi berkat tebusan 4 juta riyal atau Rp15,5 miliar.
              Etty Toyyib merupakan PMI yang bekerja di Kota Taif, Arab Saudi. Pada 2001, Etty didakwa
              menjadi penyebab meninggalnya sang majikan, Faisal al-Ghamdi. Etty dituduh meracuni sang
              majikan.
              Pada kesempatan ini, Menaker Ida menyatakan komitmennya untuk terus mengadvokasi PMI
              yang  tengah  mengalami  masalah  tersebut.  Ia  juga  menyatakan  bahwa  dalam  waktu  dekat,
              pihaknya akan menjemput PMI yang mengalami masalah imigrasi di Malaysia dan akan segera
              pulang.

              "Dalam waktu dekat kami akan menjemput temen-temen yang mengalami masalah imigrasi di
              Malaysia yang alhamdulillah dibebaskan dengan tanpa denda. Itu juga atas kerja keras semua
              pihak  melalukan  diplomasi  dengan  temen-teman  di  Malaysia,"  katanya.  Lebih  lanjut  ia
              menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan moratorium dengan pemerintah Arab Saudi
              untuk penempatan PMI. Nantinya penempatan melalui Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK)
              SPSK.Menurutnya, dengan sistem tersebut, perlindungan terhadap PMI akan lebih maksimal
              karena berbadan hukum, bukan perorangan.

              Terkait  permintaan  pembukaan  kembali  penempatan  PMI  ke  luar  negeri,  Ida  mengatakan
              sebelum  melakukan  penempatan  PMI,  pihaknya  masih  melakukan  koordinasi  dan  evaluasi
              dengan  berbagai  gugus  tugas  dan  negara  penempatan  karena  pandemi  Covid-19  masih
              berlangsung.  Penundaan  sementara  keberangkatan  PMI  merupakan  sebagai  perlindungan
              terhadap PMI.

              "Kami sedang menyusun protokol untuk penempatan kembali. Kami sedang koordinasi dengan
              gugus  tugas  menyangkut  kesiapan  negara  penempatan.  Jadi  kita  tunda  sementara
              pemberangkatan  karena  memang  semua  negara  penempatan  juga  mengalami  pandemi,"
              terangnya. (*).


























                                                           114
   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120