Page 188 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 188

Diketahui Etty Toyyib merupakan PMI yang bekerja di Kota Taif,  Arab Saudi  asal  Majalengka
              , Jawa Barat yang lolos dari  hukuman mati  di  Arab Saudi  berkat tebusan 4 juta riyal atau Rp
              15,5 miliar.

              Pada tahun 2001, Etty didakwa menjadi penyebab meninggalnya sang majikan, Faisal Al-Ghamdi
              dengan tuduhan meracuni sang majikan.

              Dalam  persidangan,  keluarga  majikan  menuntut    hukuman  mati    kisas  dan  pengadilan
              memutuskan  hukuman mati  /qisas.

              Hukuman  mati  kisas  berdasarkan  Putusan  Pengadilan  Umum  Thaif  No.  75/17/8  tanggal
              22/04/1424H  (23/06/2003M)  yang  telah  disahkan  Mahkamah  Banding  dengan  Nomor
              307/Kho/2/1 tanggal 17/07/1428 dan telah disetujui Mahkamah Agung dengan Nomor 1938/4
              tanggal 2/12/1429 H karena membunuh majikannya warga negara  Arab Saudi  , Faisal bin Said
              Abdullah Al Ghamdi dengan cara diberi racun.

              Mulanya ahli waris majikannya meminta diyat sebesar 30 juta real atau Rp107 miliar agar Etty
              diampuni  dan  tidak dieksekusi.  Namun  setelah  ditawar  dan  dilakukan  berbagai  pendekatan,
              akhirnya ahli warisnya bersedia memaafkan dengan diyat sebesar 4 juta riyal Saudi atau Rp15,2
              miliar.

              "Pemerintah,  khususnya  Kemnaker  selalu  berkomitmen  melindungi  PMI.  Kami  bertanggung
              jawab atas keselamatan PMI," ujar Menaker.

              Menaker  Ida  mengaku  senang  dengan pembebasan  dan  kepulangan  Etty. Menurutnya,  Etty
              sebagai WNI sudah sepantasnya mendapatkan perlindungan dari negara. Diyat atau uang denda
              sebesar 4 juta riyal berhasil dikumpulkan sesuai tuntutan keluarga sekaligus ahli waris korban.

              Dana tersebut merupakan hasil 'tabarru' atau sumbangan dari para dermawan berbagai pihak
              di Indonesia, termasuk dari Lembaga Zakat Infaq, dan Sodaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU)
              yang penggalangannya dilakukan sejak 2018..





































                                                           187
   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193