Page 5 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 5
"Dengan pandemi ini situasinya semakin tidak baik untuk semuanya. Apindo memperkirakan
antara 30 sampai 40 persen itu akan terjadi PHK. Dan kami juga sudah melihat melakukan
crossing ke semua sektor ini agak mengkhawatirkan," ujarnya di Jakarta, Selasa (17/6).
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengatakan pihaknya terus mengantisipasi
perkiraan penambahan sekitar 2,92 juta hingga 5,23 juta orang pengangguran di Indonesia jika
pandemi Covid-19 terus berlangsung.
"Di samping data yang telah kami kompilasi, kami juga antisipasi pengangguran yang bisa
bertambah 2,92 juta orang hingga 5,23 juta orang. Kami terus mencoba untuk terus menekan
tingkat pengangguran, agar tetap di bawah dua digit," kata Ida dalam telekonferensi pers
reguler berbahasa Inggris dari Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (18/6).
Menaker Ida berharap situasi dunia usaha segera membaik agar roda kegiatan ekonomi dapat
bergerak, yang pada akhirnya menyerap kembali tenaga kerja. Pada kuartal I 2020, investasi
masih tumbuh yang menyebabkan pembukaan lapangan kerja hingga 300 ribu orang.
Berikut beberapa perusahaan yang telah melakukan PHK ke beberapa karyawannya: 1 dari 5
halaman Taksi Express PHK Karyawan PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), perusahaan
pengelola taksi Express memutuskan untuk membatasi serta menghentikan beberapa layanan.
Selain itu, perusahaan juga terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) ke pegawai.
Direktur Utama Express Transindo Utama, Johannes BE Triatmojo menjelaskan, perseroan
menghentikan dan membatasi operasional sejak fase pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar
(PSBB) pada tanggal 10 April 2020.
Terdapat tiga jenis operasional taksi Express yang terdampak. Pertama adalah Pembatasan
operasional taksi reguler dan taksi premium di Jadetabek maupun luar kota. Kedua pembatasan
operasional pada layanan penyewaan kendaraan dan layanan limusin di Jakarta dan Bali.
"Ketiga penghentian operasional pada layanan penyewaan bus di Jadetabek," jelas dia dikutip
dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (5/7).
Johannes menjelaskan, penghentian dan pembatasan operasional tersebut disebabkan adanya
pemberlakuan PSBB dan penurunan permintaan atas layanan transportasi umum. "Hingga kini
kondisi penghentian dan pembatasan operasional taksi Express ini masih berlangsung di
segmen-segmen usaha dan entitas anak baik di jadetabek maupun luar kota," lanjut Johannes.
Johannes juga mengatakan, jumlah karyawan perseroan juga mengalami penurunan dari
sebanyak 471 karyawan untuk periode 31 Desember 2019 menjadi sejumlah 390 karyawan saat
ini.
Penurunan jumlah karyawan ini merupakan bagian dari penyelesaian atas masa kontrak
karyawan yang sejalan dengan restrukturisasi internal perseroan yang dilakukan melalui
konsolidasi operasional baik di kantor pusat maupun di pool sehubungan dengan kondisi bisnis
yang menurun sebagai dampak pandemi Covid-19.
Selain itu, sebanyak 390 karyawan masih bekerja saat ini juga terkena dampak yaitu
penyesuaian gaji. "Terdapat pemotongan gaji karyawan sebesar 40 persen dari total gaji per
bulan yang diperkirakan akan berlangsung hingga periode yang belum dapat ditentukan," kata
dia.
Menurut Johannes, perseroan sampai saat ini belum bisa menentukan apakah akan kembali
melakukan pemutusan hubungan kerja atau melakukan penyesuaian gaji mengingat pandemi
ini belum bisa ditentukan kapan berakhirnya.
4

