Page 6 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 6

2 dari 5 halaman  Gojek PHK Karyawan  Aplikator besutan anak bangsa, Gojek menghentikan
              sejumlah  layanan  non-inti  yang  terdampak  pandemi  dan  restrukturisasi  organisasi  secara
              menyeluruh  dalam  rangka  optimalisasi  pencapaian  pertumbuhan  yang berkesinambungan  di
              masa mendatang.

              Gojek mulai meniadakan layanan GoLife yang meliputi layanan GoMassage dan GoClean, serta
              GoFood Festival yang merupakan jaringan pujasera GoFood di sejumlah lokasi.

              Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi mendalam terhadap situasi makroekonomi dan
              perubahan perilaku masyarakat akhir-akhir ini yang cenderung lebih waspada terhadap aktivitas
              yang melibatkan kontak fisik ataupun kegiatan yang tidak memungkinkan untuk berjaga jarak.

              Berdasarkan  evaluasi  terhadap  struktur  perusahaan  secara  keseluruhan,  Gojek  terpaksa
              merumahkan sebanyak 430 karyawan (setara 9 persen dari total karyawan), di mana sebagian
              besar berasal dari divisi yang terkait dengan GoLife dan GoFood Festival. Ini merupakan satu-
              satunya keputusan pengurangan karyawan yang Gojek lakukan di tengah situasi Covid-19.

              CoCEO Gojek, Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo dalam suratnya kepada karyawan menjelaskan
              bahwa bisnis inti yang akan jadi fokus Gojek ke depan adalah bisnis transportasi, pesan-antar
              makanan dan uang elektronik.

              "Kita harus merespons apa yang terjadi di luar sana dan meningkatkan fokus untuk membangun
              bisnis yang kokoh, lebih efisien yang dapat terus bertahan seiring dengan berjalannya waktu
              dan tetap relevan dengan kondisi yang ada. Fokus pada layanan inti, menghentikan layanan
              yang  tidak  dapat  bertahan  di  tengah  pandemi,  dan  mengambil  keputusan  berani  untuk
              menyesuaikan diri terhadap perubahan prioritas pelanggan akan memastikan kita dapat selalu
              membuat dampak positif bagi kehidupan jutaan orang serta juga memastikan pertumbuhan di
              masa mendatang," isi kutipan surat tersebut.

              3 dari 5 halaman  Grab juga PHK Karyawan  Perusahaan aplikator lain, Grab juga tak kuasa
              menghadapi dampak ekonomi yang terjadi sehingga perusahaan harus melakukan Pemutusan
              Hubungan Kerja (PHK) karyawan. Tak tanggung-tanggung, Grab merumahkan karyawannya
              sebanyak 360 orang atau 5 persen dari total karyawan mereka.

              "Kami mengerti berita ini akan menimbulkan kecemasan pada diri Anda tetapi perlu diketahui
              bahwa keputusan ini bukan merupakan keputusan yang mudah. Kami telah mencoba segala
              kemungkinan untuk menghindari hal ini terjadi tetapi kami harus menerima kenyataan bahwa
              keputusan hari ini kami ambil demi jutaan mata pencaharian orang yang bergantung pada kita
              di masa 'new normal'," kata CEO dan Co Founder Grab Anthony Tan dalam suratnya yang dikutip
              Merdeka.com, Kamis (18/6).

              Dia juga mengatakan, sejak Februari lalu, pihaknya telah melihat dampak nyata Covid-19 pada
              sektor bisnis secara global, termasuk bisnis Grab. Di saat yang sama, saat ini dapat melihat jelas
              bahwa pandemi ini kemungkinan akan mengakibatkan resesi yang berkepanjangan dan harus
              mempersiapkan diri untuk masa pemulihan yang panjang di kemudian hari.

              "Selama beberapa bulan terakhir, kami telah meninjau semua komponen biaya, mengurangi
              pengeluaran, dan menerapkan pemotongan gaji untuk manajemen senior. Walaupun demikian,
              kami menyadari bahwa kita masih harus menjadi organisasi yang lebih ramping untuk mengatasi
              tantangan ekonomi pasca pandemi," ungkap dia.

              4 dari 5 halaman  PHK Industri di Tangerang  Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di
              sektor padat karya kembali menghantam industri di Kabupaten Tangerang, tercatat, sampai hari
              ini ada 13 perusahaan tutup atau gulung tikar akibat Pandemi Covid-19.



                                                            5
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11