Page 9 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 9

1337M.EKON/-06/2020 tanggal 17 Juni 2020)," kata Menteri Tenaga Kerja, IdaFauziahdalam
              keterangan tertulis, Minggu (5/7).

              Berdasarkan Masukan tertulis dari Serikat Pekerja-/Serikat Buruh dan Pengusaha atas RUU Cipta
              Kerja, ida menegaskan bahwa perlu adanyakajianmendalamme-ngenai  pemikiran yang telah
              disampaikan oleh Serikat Pekerja/Serikat Buruh maupun Pengusaha.

              Dalam  rapat  tersebut  Menaker  mempersilakan  serikat  pekerja  maupun  pengusaha  utk
              menambah masukan2 agar RUU Cipta Kerja benar2 dapat mewakili aspirasi berbagai pihak.
              Demi perlindungan pekerja dan dunia usaha.

              "Dari  tanggapan  dan  masukan-masukan,  ada  beberapa  pemikiran  yang  perlu  dilalaikan
              pendalaman, antara lain mengenai; Tenaga kerja asing, Jangka waktu perjanjian kerja waktu
              tertentu  (PKWT),  Jenis  pekerjaan  dalam  outsourcing/alih  daya,  Penerapan  waktu  kerja,
              Penetapan upah minimum, PHKdanpesangon/'tuturida.

              Isu  tenaga  kerja  asing  turut  menjadi  sorotan  dari  para  serikat  pekerja.  Pasalnya,  menurut
              Konfederasi  Serikat  Pekerja  Seluruh  .Indonesia  (KSPSI),  rencana  penggunaan  Tenaga  Kerja
              Asing (TKA) tidak memerlukan izin tertulis, sehingga berpotensi terjadi pelanggaran. Selain itu,
              TKA  buruh  kasar  berpotensi  bebas  masuk  ke  Indonesia.  Hal  ini  menimbulkan
              kekhawatiranyangdinilai    dapat   menimbulkan     diskriminasi,   karena   aturan   pekerja
              asingakansemakin dipermudah.
              Dari  itu,  Federasi  Serikat  Pekerja  Perkayuan  dan  Perhutanan  Indonesia  (FSP  Ka-hudndo)
              berpendapat agar perlunya pengaturan yang jelas guna membatasi jenis-je-nis pekerjaan vokasi
              dan start-up yang dapat diisi oleh TKA. Supaya tidak menimbulkan diskriminasi bagi para pekerja
              ataupun buruh di Indonesia.
              Rapat  dipimpin  langsung  oleh  Menteri  Tenaga  Kerja,  Ida  Fauziah  dengan  tenggat  waktu
              penyelesaian selama 30 hari.

              Rapat dihadiri oleh Andi Gani Nena Wea, selaku Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh
              Indonesia (KSPSI), Yorris Raweyai, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia
              (KSPSI),  H.  Said  Iqbal,  Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI),  Elly  Rosita
              Silaban,  Presiden  Konfederasi  Serikat  Buruh  Seluruh  Indonesia  (KSBSI),  Ristadi,  Presiden
              Konfederasi Serikat Pekerja nasional (KSPN), HM. Syaiful Bahri Anshori, Presiden
              Konfederasi  Sari  bit  Buruh  Muslimin  Indonesia  (KSarbumu-si),  Wisprarnono  Budiman,  Ketua
              Umum Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (FSP BUN), serta Khoirul Anam, Presiden
              Federasi Serikat Pekerja Perkayuan dan Perhutanan Indonesia (FKa-hutindo).























                                                            8
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14