Page 17 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 OKTOBER 2019
P. 17
Dengan pelatihan kopi saring yang intensif di BLK Banda Aceh, peserta diarahkan
agar menguasai dasar-dasar pengetahuan tentang kopi seperti sejarah, jenis kopi
dan peluang usahanya. Juga dibekali teknik-teknik meracik dan menyeduh kopi
mulai cupping, manual brew, espresso based, cappuccino dan latte art.
Menurut Teguh, dengan munculnya barista-barista baru yang kemungkinan besar
tertarik membuka kafe kopi, diharapkan akan memberi efek baik bagi terserapnya
pasar kerja baru di Banda Aceh. "Setidaknya, jika satu barista mendirikan kafe, akan
menarik dua pekerja baru mengelolanya," kata Teguh.
Teguh mengungkapkan sepanjang tahun 2019, dari 6 paket pelatihan yang digelar
BLK Banda Aceh, telah melahirkan siswa yang menjadi wirausaha. Dari sisi
manajemen program barista, para alumni masih aktif membentuk jejaring.
Jadi setiap ada event atau pameran, ada alumni dari setiap paket atau gelombang
itu datang ke pameran untuk mengikuti pameran.
"Mereka saling berkompetisi per-angkatan untuk memberikan yang terbaik.
Kompetisi itu bagus untuk membina semangat dan motivasi para siswa dan alumni.
Nanti di ajang kompetisi dan keterampilan nasional di Samarinda, BLK Banda Aceh
akan membawa produk kopi barista khususnya kopi saring, " ujarnya.
Teguh menambahkan tingginya animo masyarakat Banda Aceh untuk menjadi
barista, menjadi pertimbangan BLK Banda Aceh untuk merevisi penambahan peserta
pelatihan khususnya barista dari Aceh. Pelatihan barista yang selama ini 240 jam
pelajaran (JP) pun diminta ditambah jam pelajarannya khusus untuk memberikan
pelatihan kopi saring, setelah menerima masukan dari peserta.
Setelah mengikuti pelatihan, BLK Banda Aceh juga akan berupaya para penjual kopi
maupun barista di Aceh agar memiliki serfitifikat kompetensi ke depannya. "Jadi
setiap selesai pelatihan langsung di sertifikasi dan tingkat kelulusan peserta
pelatihan di atas 90%, khusus barista, " kata Teguh.
Page 16 of 87.

