Page 19 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 OKTOBER 2019
P. 19

mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) merevisi aturan tersebut," kata Said
               kepada KONTAN, Rabu (9/10).


               Dia menyatakan, rancangan revisi aturan itu akan semakin menekan kesejahteraan
               buruh. Padahal pemerintah seharusnya merevisi Peraturan Pemerintah (PP) No
               78/2015 tentang Pengupahan. Intinya, penentuan upah minimum dikembalikan
               melalui perundingan tiga pihak (tripartit), yakni buruh, pengusaha, dan pemerintah.


               Sampai berita ini naik cetak, Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani belum
               memberikan klarifikasi atas tuduhan Said. Namun, Ketua bidang Ketenagakerjaan
               Apindo Harijanto menepis tudingan bahwa Apindo jadi sponsor pengusul poin revisi
               UU Ketenagakerjaan. "Kami hanya diajak diskusi, tapi tak pernah mengajukan
               usulan," kata dia.

               Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia bidang Ketenagakerjaan Bob Azam
               menegaskan, Kadin belum mengusulkan poin-poin revisi UU Ketenagakerjaan. Kadin
               juga belum memberi detil masukan rancangan revisi UU Ketenagakerjaan ke
               pemerintah.

               Meski begitu, dia setuju UU Ketenagakerjaan direvisi untuk mendukung perbaikan
               iklim investasi. Aturan ketenagakerjaan ke depan perlu bertransformasi, bukan
               hanya berisi perlindungan tenaga kerja, tapi perlindungan agar tetap bekerja.
               "Kesannya revisi ini dibuat demi pengusaha. Padahal ini demi negara, termasuk
               buruh," ujar Bob.

               Ketua Umum Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Mirah Sumirat menilai, rencana revisi
               UU Ketenagakerjaan sebenarnya bukan isu baru. Dalam berbagai kesempatan
               Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kerap menggulirkan gagasan revisi UU
               Ketenagakerjaan ini. "Makanya beredarlah poin-poin yang saat ini jadi kontroversi di
               kalangan buruh," kata dia.

               Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menyatakan, revisi UU Ketenagakerjaan ini
               memang menjadi agenda Presiden Jokowi. Bahkan targetnya tahun ini bisa tuntas
               pembahasannya.

               "Kalau ditanya soal rencana revisi, prinsipnya tripartit nasional sudah sepakat UU
               Ketenagakerjaan harus segera direvisi. Tapi hingga hari ini belum ada prosesnya,
               konsepnya belum ada, dan draf aturannya juga belum ada," tandas Hanif.




















                                                       Page 18 of 87.
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24