Page 25 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 OKTOBER 2019
P. 25
Teguh mengungkapkan, sepanjang tahun 2019, dari 6 paket pelatihan yang digelar
BLK Banda Aceh, telah melahirkan siswa yang menjadi wirausaha. Dari sisi
manajemen program barista, para alumni masih aktif membentuk jejaring.
Setiap ada event atau pameran, ada alumni dari setiap paket atau gelombang,
datang ke pameran untuk mengikuti pameran.
"Mereka saling berkompetisi per angkatan untuk memberikan yang terbaik.
Kompetisi itu bagus untuk membina semangat dan motivasi para siswa dan alumni.
Di ajang kompetisi dan keterampilan nasional di Samarinda, BLK Banda Aceh akan
membawa produk kopi barista khususnya kopi saring, " ujarnya.
Teguh menambahkan tingginya animo masyarakat Banda Aceh untuk menjadi
barista, menjadi pertimbangan BLK Banda Aceh untuk merevisi penambahan peserta
pelatihan, khususnya barista dari Aceh. Pelatihan barista yang selama ini 240 jam
pelajaran (JP) pun diminta ditambah jam pelajarannya, khusus untuk memberikan
pelatihan kopi saring, setelah menerima masukan dari peserta.
Setelah mengikuti pelatihan, BLK Banda Aceh juga akan berupaya para penjual kopi
maupun barista di Aceh agar memiliki serfitifikat kompetensi ke depannya.
"Setiap selesai pelatihan langsung di sertifikasi dan tingkat kelulusan peserta
pelatihan di atas 90 persen, khusus barista, " kata Teguh.
Page 24 of 87.

