Page 34 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 OKTOBER 2019
P. 34
Title DORONG PEKERJA INFORMAL MASUK BPJS NAKER, JABAR BENTUK TIM KHUSUS
Media Name bandung.bisnis.com
Pub. Date 10 Oktober 2019
https://bandung.bisnis.com/read/20191010/550/1157714/dorong-pekerja-in formal-
Page/URL
masuk-bpjs-naker-jabar-bentuk-tim-khusus
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
BANDUNG--Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Daud Achmad mengapresiasi
kerja sama Dinas Sosial Prov. Jabar dengan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jabar
terkait perlindungan sosial tenaga kerja bagi Pekerja Potensi Kesejahteraan Sosial
(PSKS).
Menurut Daud, kerja sama tersebut merupakan salah satu implementasi dari tim
terpadu yang dibentuk Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Tim terpadu itu bertugas
menyosialisasikan dan mengajak pekerja formal maupun informal menjadi peserta
BPJS Ketenagakerjaan.
"Di mana Dinas Sosial itu memiliki kepanjangan tangan (dalam melakukan
programnya) seperti pekerja sosial masyarakat. Di antaranya ada PSM, keluarga
harapan, PKH, TKSK, Tagana dan Karang Taruna," kata Daud, Kamis (10/10/2019).
Daud juga mengatakan, pekerja informal memiliki risiko kerja tinggi dan harus
mendapat perlindungan. "Dalam bekerja, mereka mempunyai resiko nanti akan
dicover atau dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan," ucapnya.
Pada 2019, tren Tingkat Pengangguran Pengangguran Terbuka (TPT) di Jabar
memperlihatkan performa menurun, yakni turun sebesar 0,44 persen dari
Agustus2018. Saat ini, angkatan kerja di Jabar mencapai 23.830.000 orang dengan
jumlah yang bekerja sebanyak 21.990.000 orang.
Jumlah yang bekerja tersebut terbagi menjadi pekerja formal (penerima upah) dan
10.970.127 dan pekerja informal (bukan penerima upah) sekira 12 juta orang.
Page 33 of 87.

