Page 36 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 OKTOBER 2019
P. 36

Masalah kedua yang dihadapi industri di dalam negeri, katanya, adalah kebijakan
               impor yang kurang berpihak terhadap industri tanah air.


                Jika impor masih berupa bahan baku dan dapat diolah di industri dalam negeri,
               katanya, masih bisa dimaklumi.

                Pengaruhnya pun tidak terlalu besar terhadap PHK.

                "Kalau balau bahan baku impor karena murah, bisa dikerjakan di sini untuk dibuat
               bahan jadi. Tapi yang jadi masalah kalau impornya bahan jadi yang harganya jauh
               lebih murah. Ini yang bikin pabrik tutup dan ada PHK," katanya.

                 Masalah ketiga, katanya, tingginya UMK di sejumlah daerah di Jabar. Hal ini
               membuat pabrik-pabrik yang tadinya nyaman membuka usaha di Jabar akhirnya
               merelokasi pabriknya ke Jawa Tengah yang punya UMK lebih rendah.

                Anggota dewan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa dan dapil Kabupaten
               Bandung tersebut, mengatakan masalah ini hanya dapat ditangani melalui
               peningkatan kekompakan Dewan Pengupahan yang terdiri atas unsur pengusaha,
               pemerintah, dan serikat pekerja.

                Hal lainnya, kata Asep, Jabar harus mendorong terus upaya link and match antara
               dunia industri dengan pendidikan, khususnya SMK.

                Pemprov Jabar, katanya, harus bisa menyediakan SDM terbaiknya yang punya
               kemampuan khusus sesuai kebutuhan industri.

                Tidak luput dari pengawasannya, katanya, adalah para pekerja dari sektor
               perkebunan yang masih banyak yang kurang sejahtera.

                Setidaknya, terdapat delapan perkebunan di Kabupaten Bandung yang harus
               ditingkatkan kapasitasnya sehingga mampu lebih mensejahterakan pekerjanya.
































                                                       Page 35 of 87.
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41