Page 52 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JANUARI 2020
P. 52

PENGANGGURAN DI DEPOK TEMBUS 73.000 ORANG LEBIH, TAK ADA BALAI PELATIHAN
                Title
                               KERJA
                Media Name     pikiran-rakyat.com
                Pub. Date      23 Januari 2020
                               https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-01333877/pengangguran-di- depok-
                Page/URL
                               tembus-73000-orang-lebih-tak-ada-balai-pelatihan-kerja
                Media Type     Pers Online
                Sentiment      Positive









               Satu dari sekian masalah di Depok yang harus diselesaikan adalah pengangguran.
               Kini, jumlah pengangguran terbuka berada di angka 6,64 persen atau 73.080 warga
               Depok menganggur. Sebanyak 45. 228 di antaranya laki-laki.

               Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah itu hanya turun 0,36 persen dari tahun
               sebelumnya.

               Meski angka penganggguran menurun, tingkat partisipasi angkatan kerja justru tak
               naik. Pada 2017, presentase angkatan kerja yaitu 64,04 persen, kemudian turun
               menjadi 62,64 persen pada 2018.

               Bila dibandingkan kota di sekitarnya seperti Kota Bekasi, kendati angka
               pengangguran menurun, angka partisipasi kerja di Bekasi cenderung naik.

               Di Kota Bekasi, jumlahnya semula 64,35 persen menjadi 65,30 persen.

               Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota
               Depok Epiyanti menuturkan, penurunan angka partisipasi kerja dipengaruhi
               perubahan cara masyarakat dalam mencari penghasilan.

               "Angka partisipasi kerja itu sebenarnya tidak menurun karena banyak pekerjaan
               sektor informal yang tak masuk data BPS. Sekarang, orang kerja tak melulu di
               kantor. Dengan berbekal smartphone dan ide bikin konten, kerja di rumah bisa
               menghasilkan uang," katanya saat Pikiran Rakyat jumpai di Kantor Disnaker Depok,
               Rabu 22 Januari 2020.

               Dia menjelaskan, penyumbang terbesar angka pengangguran berasal dari lulusan
               Sekolah Menengah Kejuran (SMK). Jumlahnya sekira 30.000 orang.

               Sederet upaya mengatasi hal itu tengah dilakukan, mulai dari menggelar bursa kerja
               rutin di SMK hingga mewajibkan setiap perusahaan di Depok merekrut warga asli
               Depok sebagai pekerjanya. Minimum 40 persen dari total keseluruhan pekerja.

               Langkah tersebut, kata dia, belum efektif karena permasalahan utamanya terletak




                                                       Page 51 of 62.
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57