Page 57 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JANUARI 2020
P. 57
Title APINDO BANTAH OMNIBUS LAW UNTUNGKAN PENGUSAHA
Media Name kompas.com
Pub. Date 23 Januari 2020
https://money.kompas.com/read/2020/01/23/172420226/apindo-bantah-omnib us-law-
Page/URL
untungkan-pengusaha
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo) Hariyadi Sukamdani
menegaskan, anggapan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta
Lapangan Kerja memberikan keuntungan pada para pengusaha adalah salah.
Ia menjelaskan, Indonesia memiliki risiko atas kerawanan tenaga kerja. 40 persen
masyarakat di Indonesia menerima subsidi baik itu air, listrik dan sebagainya.
"Kalau 40 persen dari 245 juta penduk itu udah hampir 100 juta jumlahnya, ini nilai
yang sangat signifikan untuk bangsa kita dan tidak bisa sejahtera. Kenapa ini
terjadi, ya karena ada masalah dalam penciptaan lapangan kerja," jelas Hariyadi di
Jakarta, Kamis (23/1/2020).
Hariyadi juga menjelaskan sementara berdasarkan data di atas, BKPM mengakui
data tersebut. Di tahun 2013 per Rp 1 triliun investasi masih bisa menyerap 4.500
pekerja dan di tahun 2018 hanya sekitar 1.400. Hal ini menyebabkan terjadinya
industri padat modal bukan padat karya. Sementara itu, imbuh Hariyadi, Apindo
melihat sektor yang akan meningkat dari dibentuknya Omnibus Law ini adalah
sektor investasi UKM.
Ia mencontohkan apabila UKM diperbolehkan membebaskan upah minimum
penyerapan pasti akan terjadi seperti adanya potensi kemampuan dari omset
pendapatan UKM yang meningkat.
"Kalau kita lihat potensi kemampuan dari omzet UKM juga akan meningkat dari yang
mikro jadi makro bisa naik kelas lah," jelasnya.
Sejauh ini Hariyadi mengakui banyak narasi yang telah keluar terkait Omnibus Law
sehingga banyak masyarakat yang hebo dan bahkan sampai melakukan demo.
"Kami yakin peraturan baru tidak mungkin dibuat lebih jelek. Kalaupun ada suatu
rasio pasti ada tujuannya. Jadi narasi yang bilang Omnibus Law Menguntungkan
pengusaha itu salah," tegasnya.
Page 56 of 62.

