Page 144 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 144

"Sementara tingginya ketidakpastian pemulihan pada pertengahan tahun kedua tidak memadai
              untuk kembali ke tingkat sebelum pandemi. Bahkan, dalam skenario terbaik dan berisiko untuk
              melihat  berlanjutnya  hilangnya  pekerjaan  dalam  skala  besar,"  demikian  ILO  mengingatkan
              dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/7/2020).

              Menurut hasil survei ILO, terdapat penurunan 14 persen dari jam kerja global selama kuartal I
              2020, yang setara dengan hilangnya 400 juta pekerjaan penuh waktu (berdasarkan 48 jam kerja
              seminggu).
              Hal ini merupakan peningkatan tajam dari perkiraan yang sebelumnya pernah diterbitkan pada
              27 Mei, yaitu penurunan jam kerja sebesar 10,7 persen atau setara 305 juta pekerjaan.

              "Hal baru ini mencerminkan memburuknya situasi di banyak wilayah selama beberapa minggu
              belakangan, terutama di perekonomian berkembang," tulis ILO.

              Secara  regional,  persentase  hilangnya  jam  kerja  pada  kuartal  kedua  yakni  Amerika  (18,3
              persen), Eropa dan Asia Tengah (13,9 persen), Asia dan Pasifik (13,5 persen), Negara-negara
              Arab (13,2 persen), dan Afrika (12,1 persen).

              "Mayoritas terbesar adalah pekerja di dunia (93 persen) yang tinggal di negara-negara dengan
              adanya pemberlakuan penutupan tempat kerja. Dan Amerika mengalami pembatasan terbesar,"
              kata ILO.

              ILO berpendapat, bila kegiatan ekonomi mulai membaik dari segi investasi maupun konsumsi,
              maka bakal ada penurunan jam kerja sebesar 4,9 persen. Setara dengan 140 juta pekerja penuh
              waktu dibandingkan kuartal IV-2019.

              Sementara  dalam  skenario  terburuk,  bila  terjadi  gelombang  kedua  pandemi  dan  kembali
              berlakunya PSBB, konsekuensinya adalah jam kerja yang hilang akan semakin banyak menjadi
              11,9 persen atau 340 juta pekerja akan menganggur.
              Sementara, skenario optimistisnya dengan melakukan pemulihan kegiatan pekerja yang cepat
              akan  mendorong  permintaan  dan  penciptaan  lapangan  kerja  secara  signifikan.  Dengan
              pemulihan yang sangat cepat ini, hilangnya jam kerja global hanya berkisar 1,2 persen (34 juta
              pekerjaan penuh waktu).
              .





























                                                           143
   139   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149