Page 141 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 141
JERRY:SMI,LBP DAN TERAWAN LAYAK DIGANTI
Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie mengatakan, menteri
yang harus diganti adalah Menteri Sosial Juliari Batubara, Menko Perekonomian Airlangga
Hartarto, Ekonomi, Menko Maritim dan Investasi Luhut B Panjaitan (LBP),
Menteri Kesehatan Terawan A Putranto, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Menteri Desa dan
Daerah Tertinggal Abdul Halim Islcandar, Menhub Budi Karya dan Menteri Keuangan Sri Mulyani
Indarwati (SMI). Jerry mencontohkan Menteri Desa Abdul Halim Iskandar yang sejauh ini dana
desa Rp 70 triliun peruntukannya belum jelas apakah itu dialokasikan ke Covid-19 atau
bagaimana.
Menurutnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga dianggap kurang maksimal karena nilai rupiah
terhadap dolar menjadi terlemah di Asia yakni Rp 14.239. Bank Indonesia juga mencatat utang
luar negeri Indonesia per April 2020 mencapai US$ 400,2 miliar atau Rp 6.065 triliun, naik 2,9%
dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Ini alasan Menkeu diganti dan kasus Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara dengan 54.010 kasus,
2.754 orang meninggal jadi Menkeu perlu di reshuffle," kata Jerry kepada Harian Terbit. Jerry
mengungkapkan, serapan anggaran di Kementerian Kesehatan pimpinan Terawan Agus
Putranto juga dinilai belum maksimal.
Kementerian Kesehatan, itu dianggarkan Rp75 triliun. Dana ini baru terpakai 1,53 persen. Selain
itu, Menhub Budi Karya juga berpotensi terkena imbas perombakan. Pasalnya, beberapa kali ia
kerap menganulir dan mengambil kebijakan yang berseberangan dengan penanganan Civid-19.
Seperti memperbolehkan angkutan umum beroprasi dan melonggarkan mudik.
"Waktu lalu kurang tegas soal mudik hingga Jatim jadi zona hitam. Menhub plin-plan dalam
mengambil kebijakan," paparnya. Jerry menilai, pergantian menteri ada indikatornya, mana
menteri yang tak bertaji saat Covid-19, selanjutnya mana yang peduli dengan rakyat yakni ikut
membantu meringangkan korban.
Persoalanya banyak menteri jalan sendiri-sendiri atau one man show dan tidak mau ikut arahan
Presiden Jokowi. "Ada pula yang one man show serta do less but talk more (sedikit berbuat
bicara lebih) atau kata lain banyak bicara," jelasnya. Jerry menilai, ada beberapa kebijakan
bertabrakan satu sama lain.
Belum lagi bukan ranah dan domain kementeriannya justru diambil alih. Dia pun meminta
Jokowi cermat dalam merotasi para menteri. "Inilah yang membuat Presiden marah dan geram.
Kalau yang kerjanya baik kenapa harus digusur, apalagi berprestasi. Misalkan Nadiem Makarim
di switch posisinya ke BKPM ataupun tempat Bahlil Lahaladia," tandasnya.
Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa), Adi Kurniawan meminta presiden untuk
segera mengevaluasi kementerian BUMN yang dipimpin Erick Thohir (ET). Alasannya, ada
dugaan pengisian jabatan di BUMN terindikasi KKN dan terjadinya rangkap jabatan. Selain
kementerian BUMN, kementerian sosial yang dipimpin Juliari Batubara pun ikut disorot terkait
persoalan pendistribusian Bansos yang lambat dan tidak merata.
Safari
140

