Page 154 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 154

Pertama,  penempatan  program  Kartu  Prakerja  yang  tidak  sesuai  dengan  tugas,  pokok,  dan
              fungsi Kementerian Koordinator Perekonomian. ICW menilai program Kartu Prakerja mestinya
              berada di wilayah Kementerian Ketenagakerjaan.

              Kedua, mekanisme kurasi lembaga pelatihan tidak layak dan mengandung konflik kepentingan.
              Ketiga, perjanjian kerja sama antara manajemen pelaksana dengan platform digital dilakukan
              sebelum terbitnya Permenko 3/2020.

              Persoalan berikutnya, pemilihan platform digital tidak sesuai dengan prinsip pengadaan barang
              dan jasa pemerintah, serta adanya potensi konflik kepentingan platform digital. "Berdasarkan
              hasil kajian ICW ditemukan bahwa adanya peran ganda yang dilakukan oleh Platform Digital
              merangkap sebagai Lembaga Pelatihan," kata Tibiko.

              Terakhir, pemilihan platform digital tidak menggunakan mekanisme lelang pengadaan barang
              dan  jasa  karena  Pemerintah  menunjuk  langsung  platform  digital  dengan  dalih  keterbatasan
              waktu dan uji coba program.

              Atas  persoalan-persoalan  tersebut,  meminta  Ombudsman  untuk  melakukan  pemeriksaan
              terhadap adanya dugaan maladiminstrasi pada program Kartu Prakerja.

              "ICW  menuntut  agar  Ombudsman  Republik  Indonesia  mengeluarkan  rekomendasi  untuk
              menghentikan  Program  Kartu  Prakerja  karena  indikasi  maladministrasi  sejak  dalam  proses
              perencanaan," kata Tibiko menambahkan.

              (Ardito  Ramadhan)    Artikel  ini  telah  tayang  di  Kompas.com  dengan  judul  "    ICW  Laporkan
              Dugaan Maladministrasi Program Prakerja ke Ombudsman  ".














































                                                           153
   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159