Page 23 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 23
Judul 453 Perusahaan Ditindak Langgar Aturan PSBB Transisi
Nama Media Pos Kota
Newstrend Protokol Pencegahan Covid 19 di Tempat Kerja
Halaman/URL Pg3
Jurnalis Ta
Tanggal 2020-07-03 05:38:00
Ukuran 129x143mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 19.350.000
News Value Rp 58.050.000
Kategori Ditjen PPK & K3
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
neutral - Andri Yansyah (Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi (Nakertrans) dan Energi DKI
Jakarta) Kami memberikan tindakan, sebanyak 351 perusahaan diberi nota peringatan pertama,
101 perusahaan dikenakan nota peringatan ke dua, dan satu perusahaan ditutup sementara
positive - Andri Yansyah (Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi (Nakertrans) dan Energi DKI
Jakarta) Kalau saya lihat protokol itu sudah dijalankan semua, jaga jarak, disediakan wastafel,
hand sanitizer, pakai masker, penyemprotan disin-fektan rutin. Kami minta satgas internal
perusahaan, termasuk petugas securiti harus aktif dan terus menerus mengingatkan protokol
kesehatan
negative - Andri Yansyah (Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi (Nakertrans) dan Energi
DKI Jakarta) Kalau ditemukan perusahaan tidak menyediakan wastafel dan hand sanitizer maka
pelanggaran tersebut dikategorikan fatal. Tidak lagi pakai nota peringatan langsung penutupan
Ringkasan
Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, sebanyak 351 perusahaan diberikan
surat peringatan pertama dan 101 diberi peringatan ke dua serta satu perusahaan ditutup
sementara. Karena belum menerapkan protokol kesehatan dengan bai
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi (Nakertrans) dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah
mengatakan selama PSBB transisi jajarannya inspeksi mendadak (sidak) ke 1.142 perusahaan.
Petugas mengecek kepatuhan dan kedisiplinan perusahaan dalam menerapkan protokol
kesehatan.
453 PERUSAHAAN DITINDAK LANGGAR ATURAN PSBB TRANSISI
Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, sebanyak 351 perusahaan diberikan
surat peringatan pertama dan 101 diberi peringatan ke dua serta satu perusahaan ditutup
sementara. Karena belum menerapkan protokol kesehatan dengan bai
22

