Page 164 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 JUNI 2020
P. 164
Selain itu, UMKM juga menyerap tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan Usaha Besar,
dimana secara gabungan UMKM menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional, sementara
Usaha Besar hanya menyerap sekitar 3 persen dari total tenaga kerja nasional. Oleh karena itu
DPD RI meminta agar RUU Cipta Kerja ini benar-benar dapat mendukung pengembangan dan
kemajuan UMKM secara maksimal.
"UMKM memiliki pangsa sekitar 99,99% atau 62,9 juta unit dari total keseluruhan pelaku usaha
di Indonesia, sementara usaha besar hanya sebanyak 0,01% atau sekitar 5.400 unit", jelas
Senator dari Provinsi Maluku ini.
DPD RI juga meminta agar RUU ini dapat memperluas cakupan peluang usaha UMKM di daerah,
terutama di semua sektor pelayanan publik. Menurut Novita, banyak daerah yang belum
memiliki infrastruktur, seperti jalan tol. Hal tersebut seharusnya menjadi peluang usaha yang
bisa digarap oleh UMKM dalam rangka untuk memajukan UMKM sebagai pilar ekonomi.
"DPD RI mengusulkan bahwa tak hanya rest area jalan tol saja yang dibuka peluang bagi UMKM
untuk disediakan ruang berusaha. Seluruh public services mestinya juga disediakan ruang
berusaha untuk UMKM, seperti pelabuhan, bandara, stasiun kereta api, dan lain-lain," ungkap
Novita.
Pewarta: Sella Panduarsa Gareta Editor: Budi Suyanto COPYRIGHT (c)2020 .
163

