Page 169 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 JUNI 2020
P. 169

Judul              Buruh Minta Pemerintah Bangun Kawasan Industri yang Terintegerasi
                                    Kebutuhan Pekerja
                 Nama Media         kompas.com
                 Newstrend          Program Tapera
                 Halaman/URL        https://nasional.kompas.com/read/2020/06/05/12143991/buruh-
                                    minta-pemerintah-bangun-kawasan-industri-yang-terintegerasi-
                                    kebutuhan
                 Jurnalis           ACHMAD NASRUDIN YAHYA
                 Tanggal            2020-06-05 12:14:00
                 Ukuran             639x180mmk
                 Warna              Halaman Warna
                 AD Value           Rp 17.500.000
                 News Value         Rp 52.500.000
                 Kategori           Dirjen PHI & Jamsos
                 Layanan            Korpo
                 Sentimen           positive

              Ringkasan

              Ketua Umum Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) Jumisih meminta pemerintah membangun
              kawasan industri yang terintegrasi dengan kebutuhan dasar buruh. Permintaan itu menyusul
              ditekennya  Peraturan  Pemerintah  (PP)  Nomor  25  Tahun  2020  tentang  Penyelenggaraan
              Tabungan Perumahan Rakyat ( Tapera) oleh Presiden Joko Widodo.



              BURUH MINTA PEMERINTAH BANGUN KAWASAN INDUSTRI YANG
              TERINTEGERASI KEBUTUHAN PEKERJA

              JAKARTA,  -  Ketua  Umum  Federasi  Buruh  Lintas  Pabrik  (FBLP)  Jumisih meminta  pemerintah
              membangun kawasan industri yang terintegrasi dengan kebutuhan dasar buruh. Permintaan itu
              menyusul  ditekennya  Peraturan  Pemerintah  (PP)  Nomor  25  Tahun  2020  tentang
              Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat ( Tapera) oleh Presiden Joko Widodo.

              "Membangun kawasan industri yang terintegrasi dengan kebutuhan dasar buruh. Selama ini
              kawasan industri tidak dibangun untuk sekaligus memenuhi kebutuhan pekerja, seperti hunian
              dan fasilitas publik lain," ujar Jumisih dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2020).
              Jumisih  mengatakan,  negara  harus  mengambil  langkah  tersebut  dengan  melakukan
              pembangunan perumahan buruh di kawasan industri.

              "Beban dana pembiayaan ini bisa dikenakan, baik kepada pihak swasta atau ditarik dari sumber
              dana lain semisal BPJS Ketenagakerjaan," terang Jumisih.

              FBLP mencatat, dana BPJS Ketenagakerjaan telah menembus Rp 431,9 triliun hingga 2019.Pada
              tahun yang sama juga, hasil investasi BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 29,2 triliun. Menurut
              doa,  investasi  yang  dilakukan  menggunakan  instrumen  utama  meliputi  surat  utang  yang
              mencatatkan porsi 61 persen, kemudian saham 19 persen, deposito 10 persen, dan reksadana
              10 persen. Besaran dana yang ada dan keuntungan yang dihasilkan harus mulai dialihkan. Di
              antaranya  untuk  membangun  perumahan  gratis  atau  setidaknya  berbiaya  terjangkau  bagi
              buruh..
                                                           168
   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174