Page 195 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 JUNI 2020
P. 195

Judul              Sama-sama tolak Tapera, buruh + pengusaha: ini akal-akalan
                 Nama Media         lokadata.id

                 Newstrend          Program Tapera
                 Halaman/URL        https://lokadata.id/artikel/sama-sama-tolak-tapera-buruh-pengusaha-
                                    ini-akal-akalan
                 Jurnalis           redaksi
                 Tanggal            2020-06-05 06:37:00
                 Ukuran             0

                 Warna              Halaman Warna
                 AD Value           Rp 7.500.000
                 News Value         Rp 22.500.000
                 Kategori           Dirjen PHI & Jamsos
                 Layanan            Korpo
                 Sentimen           positive

              Ringkasan

              Kali ini, buruh dan pengusaha satu suara. Keduanya menolak program Tabungan Perumahan
              Rakyat (Tapera). Mereka menilai program ini hanya membawa beban baru.



              SAMA-SAMA TOLAK TAPERA, BURUH + PENGUSAHA: INI AKAL-AKALAN

              Kali ini, buruh dan pengusaha satu suara. Keduanya menolak program Tabungan Perumahan
              Rakyat (Tapera). Mereka menilai program ini hanya membawa beban baru.

              Ketua  Umum  Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  (Apindo)  Hariyadi  Sukamdani  menyebut  Tapera
              sebagai program mubazir. Urusan pemenuhan kebutuhan rumah, katanya, sudah dikelola Badan
              Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

              "Buat apa kita bentuk lembaga baru, sedangkan kita sudah punya? Peserta BPJS Tenaker sudah
              ada dan jelas, dan  enggak  perlu nambah iuran," kata Hariyadi kepada  Lokadata.id,  Kamis
              (4/6/2020).

              "Ini kan akal-akalan saja."

              Selama ini, peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa menikmati pinjaman pembelian rumah, dengan
              mencairkan 30 persen dana jaminan hari tua (JHT). Syaratnya, sudah mengikuti program BPJS
              Ketenagakerjaan minimal 10 tahun.

              Senada dengan Hariyadi, Wakil Ketua Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Jumisih
              mengatakan  pemenuhan  kebutuhan  hunian  seharusnya  jadi  tanggung  jawab  negara,  bukan
              mewajibkan warga membayar iuran.
              "Dalam konteks bisnis sekalipun, ini tak masuk akal," kata Jumisih kepada  Lokadata.id  .

              Peraturan Pemerintah Nomor 25/2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat
              mewajibkan pekerja dan pemberi kerja membayar iuran wajib untuk perumahan.





                                                           194
   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200