Page 196 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 JUNI 2020
P. 196

Besarnya, tiga persen dari gaji pokok pekerja, yang akan dibebankan kepada pemberi kerja (0,5
              persen), dan pekerja (2,5 persen). Kewajiban ini berlaku bagi seluruh pekerja dan perusahaan,
              baik itu badan usaha milik negara atau swasta.

              Menurut Jumisih, tambahan pungutan ini akan memberatkan buruh, menggerus upah riil yang
              mereka terima.

              Sekretaris  Federasi  Lintas  Buruh  Pabrik  (FLBP)  Dian  Septi  juga  menyebut  Tapera  akan
              menurunkan daya beli buruh.

              "Jangan potong upah buruh," katanya,

              "lebih baik sediakan akses agar buruh mendapat rumah layak dan terjangkau."

              Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Kamar Dagang Industri (Kadin) Anton
              Supit menyoroti beratnya beban iuran yang selama ini ditanggung pengusaha.

              Menurut  kalkulasi  Anton,  kewajiban  pengusaha  membayar  iuran  BPJS  (Kesehatan  dan
              Ketenagakerjaan) bagi buruh, kini sudah mencapai 10,24 - 11,74 persen total gaji. Jika ditambah
              iuran Tapera, jumlahnya menjadi 12,74 - 14,24 persen dari total gaji yang dibayarkan.
              "Dan saat ini, ketika banyak perusahaan kesulitan, saat PHK marak atau pekerja dirumahkan,
              tidak tepat menerbitkan kebijakan itu," katanya kepada  Lokadata.id  .

              Kadin menganggap tenggang waktu tujuh tahun untuk mendaftarkan pekerja pada program
              Tapera memang ideal. Meski demikian,

              "Yang sekarang perlu diprioritaskan adalah perbaikan iklim investasi, peningkatan produktivitas
              dan efisiensi perekonomian," kata Anton.

              Menurut  Komisioner  Badan  Pengelola  Tapera  Adi  Setianto,  pemotongan  tiga  persen  gaji
              karyawan untuk iuran Tapera tak menyalahi aturan apapun.

              "Ini  sudah  diatur  sejak  lama  dalam  UU  Sistem  Jaminan  Sosial  Nasional,"  katanya  kepada
              Lokadata.id  , Kamis (4/6/2020).

              Dengan  Tapera,  Adi  menjanjikan  model  pembiayaan  perumahan  yang  lebih  transparan  dan
              fleksibel.

              Menurut Adi, seluruh peserta Tapera berhak mendapat dua imbal balik:

              (1) prioritas fasilitas kredit untuk membeli, membangun, atau  merenovasi rumah  , dan

              (2) pengembalian simpanan beserta hasil investasi.
              Prioritas fasilitas kredit tak bisa dinikmati seluruh peserta, tapi spesial untuk yang memenuhi
              syarat, seperti

              (1) kepesertaan minimal 12 bulan,

              (2) termasuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah,

              (3) belum punya rumah, atau

              (4) menggunakan untuk pembelian, pembangunan, atau perbaikan rumah pertama.




                                                           195
   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201