Page 245 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 245

bisa  taat,  "  kata  Plt.  Dirjen  PPK  dan  Kesehatan  dan  Keselamatan  Kerja  (K3),  Kementerian
              Ketenagakerjaan (  Kemnaker  ), Iswandi Hari di Jakarta, Jumat (17/7/2020).

              Iswandi  menyatakan,  dalam  menyelesaikan  pelanggaran  aturan  ketenagakerjaan,  pihaknya
              mendahulukan penegakan hukum preventif edukatif dan preventif yustisi.

              "Apabila dua cara tersebut sudah dilakukan, tetapi masih diabaikan atau tidak diindahkan, maka
              menjalankan represif yustisia berupa diajukan tuntutan hukum ke pengadilan,"kata Iswandi.

              Berdasarkan keputusan pengadilan, kedua pimpinan perushaan tersebut dinilai melanggar pasal
              28 ayat (1) UU Nomor 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang berbunyi:
              "Siapapun dilarang menghalang-halangi atau memaksa pekerja/buruh untuk membentuk atau
              tidak membentuk, menjadi pengurus atau tidak menjadi pengurus, menjadi anggota atau tidak
              menjadi anggota dan/atau menjalankan atau tidak menjalankan kegiatan serikat pekerja/serikat
              buruh dengan cara: a. melakukan pemutusan hubungan kerja, memberhentikan sementara,
              menurunkan  jabatan,  atau  melakukan  mutasi;  b.  tidak  membayar  atau  mengurangi  upah
              pekerja/buruh; c. melakukan intimidasi dalam bentuk apapun; d. melakukan kampanye anti
              pembentukan serikat pekerja/serikat buruh."

              Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) Jo pasal 43 ayat (1) dikenakan sanksi penjara
              paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan/atau denda paling sedikit Rp 100 juta dan
              paling banyak Rp 500 juta. (*).

















































                                                           244
   240   241   242   243   244   245   246   247   248   249   250