Page 310 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 310
Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Disnaker Garut , Ricky Rizky
Darajat, mengatakan, ratusan pekerja yang sempat dirumahkan akibat dampak pandemi
Covid-19 kini sudah bisa kembali bekerja.
Para pengusaha juga sudah mulai kembali berkegiatan dan mendapat pesanan kembali.
"Data di kami ada 429 orang yang dirumahkan saat pandemi empat bulan ini. Sekarang mereka
sudah aktif lagi dan masuk kerja lagi," ujar Ricky di kantornya, Kamis (16/7/2020).
Pihaknya juga sudah memantau sejumlah perusahaan besar, sedang, dan kecil yang
sebelumnya dilaporkan terdampak wabah Covid-19 yang merumahkan pekerja nya.
Perusahaan itu kini sudah bisa mulai normal berkegiatan kembali. Kebijakan merumahkan
pekerja karena adanya batasan beraktivitas di kawasan industri.
Selain itu pertumbuhan ekonomi di dalam negeri maupun luar negeri dampak wabah Covid19
memang mengalami penurunan.
"Sekarang dalam pelaksanaan di lapangan mulai menggeliat lagi. Seperti PT Changsin yang dulu
merumahkan sekarang mulai bekerja. Bisa dikatakan sudah kembali normal tapi mereka tetap
harus menerapkan protokol kesehatan," katanya.
Meski kegiatan perusahaan sudah berangsur membaik, aturan tentang protokol kesehatan
pencegahan Covid-19 tetap harus dipatuhi oleh setiap perusahaan. Mulai dari penyediaan
tempat cuci tangan, tidak berkerumun, dan selalu memakai masker. Selain itu, lanjut dia,
pekerja yang sedang hamil, maupun sakit tidak boleh bekerja sementara waktu untuk
menghindari penyebaran penyakit Covid-19.
"Jadi yang sebelumnya dirumahkan tidak semuanya kembali bekerja. Yang hamil dan sakit
belum diperbolehkan bekerja," ucapnya.
Jumlah perusahaan besar, sedang, dan kecil di Garut tercatat sebanyak 711 perusahaan
dengan jumlah pekerja sebanyak 48 ribu orang. Jumlah perusahaan itu, kata dia, meliputi
industri perhotelan dan restoran yang sebelumnya harus merumahkan banyak pekerjanya
karena kondisi darurat wabah Covid-19.
309

