Page 306 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 306

Utomo, Erlang Airlangga, Galih Wibisono, Hasan Basri, Lucky Setyandika, Ricko Eko Prasetyo,
              Rizky Agustino, W.F Jimmy Kalebos, dan Wasono Bambang Nugroho; serta Eky Andriansyah,
              Mario Tetuko Hasiholan, dan Muhammad Nuryani.

              Lion berpegang pada poin 10.6 Perjanjian Ikatan Dinas Penerbang, yang menyatakan para pilot
              "wajib mengganti seluruh biaya yang telah dikeluarkan oleh perusahaan sebagaimana diatur
              dalam  perjanjian,  secara  tunai  dan  segera  serta  seketika,  bila  mengundurkan  diri  dan  atau
              melanggar isi perjanjian."  Lion memandang para pilot telah melanggar perjanjian (wanprestasi)
              dengan melakukan mogok pada 10 Mei 2016. Totalnya, Lion menagih Rp5,3 miliar dan 1,8 juta
              dolar AS kepada 16 pilot tersebut.

              Inilah pula yang dialami oleh NAS, kopilot Wings Air yang bunuh diri di kamar indekosnya pada
              November 2019, diduga karena stres harus membayar denda Rp7 miliar kepada perusahaan.
              (Kasus NAS dan kasus ke-16 pilot adalah kasus berbeda.)  Demi mencegah 16 pilot mangkir
              dari kewajibannya sesudah putusan, Lion Air Group bahkan meminta pengadilan melakukan sita
              jaminan atas properti yang dimiliki oleh para pilot serta memblokir rekening para pilot.

              Gugatan perdata Lion Air itu ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Lion mengajukan banding
              dan diterima Pengadilan Tinggi Jakarta. Para pilot mengajukan kasasi, tetapi MA menolaknya.
              Dalam putusan akhir tahun 2018, MA menguatkan putusan pengadilan tinggi.

              Pada 15 Januari 2019, Lion Air telah memenuhi teguraan (  aanmaning  ) PN Jakarta pusat soal
              putusan pengadilan perselisihan hubungan industrial. Karena ada putusan MA tersebut, kedua
              pihak  menyepakati  pelaksanaan  eksekusi  putusan  PHI  ditunda  sampai  dua  perkara  perdata
              wanprestasi yang diajukan Lion rampung.

              Saat ini, perkara perdata yang digugat Lion Air itu masih berjalan di PN Jakarta Pusat.
              "Banyak unsur politiknya dan posisi serta kekuasaan sehingga terlihat seperti simbiosis di antara
              mereka," kata salah satu mantan pilot mengomentari putusan itu..

              Baca juga  artikel terkait LION AIR GROUP  atau  tulisan menarik lainnya Mohammad Bernie

              (tirto.id  -  Hukum  )  Reporter:  Mohammad  Bernie  &  Vincent  Fabian  Thomas  Penulis:
              Mohammad Bernie Editor: Fahri Salam































                                                           305
   301   302   303   304   305   306   307   308   309   310   311