Page 74 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 74
"Penggerebekan terjadi Jumat 17 Juli 2020, mulanya BP2MI mendapatkan telepon dari
masyarakat melalui layanan crisis center, terkait adanya dugaan rencana pengiriman PMI non
prosedural," jelas Benny, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/7) malam.
Diketahui, 19 CPMI tersebut akan dikirimkan ke Thailand. Sementara, pihak yang akan mengirim
adalah PT. Duta Buana Bahari yang beralamat di Semarang, Jawa Tengah (Jateng) dan PT
Nadies Citra Mandiri yang beralamat di gedung alumni IPB, Jalan Pajajaran Baranangsiang
Bogor.
Menurut Benny, pihaknya juga telah melakukan pengecekan perusahaan tersebut, keduanya
tidak terdaftar memiliki izin SIP3MI dari Kementerian Ketenagakerjaan.
"CPMI ini akan dijanjikan untuk bekerja di sektor perhotelan dengan gaji Rp10-20 juta per
bulannya. Mereka, juga wajib membayar uang sebesar Rp25 Juta kepada perusahaan dan
dijanjikan akan diberangkatkan dalam waktu dua minggu," terang Benny.
Untuk mengusut tuntas kasus ini, BP2MI akan bekerja sama dengan Bareskrim Polri. Bukan
untuk dikasuskan, melainkan hanya untuk proses keterangan saja.
Selain itu, para CPMI juga akan menjalani pemeriksaan Covid-19. Setelah proses pemeriksaan
rampung, belasan CPMI ini akan dikembalikan ke daerah asal.
"Para calon PMI ini adalah korban yang harus dilindungi hak-haknya. Saya sudah katakan bahwa
mereka adalah warga negara VVIP. BP2MI akan melindungi mereka dari ujung rambut hingga
ujung kaki," tegas Benny.
Lebih jauh, Benny menerangkan, bahwa hukum harus ditegakkan kepada perusahaan-
perusahaan yang mengirimkan tenaga kerja secara ilegal. Ia menambahkan, perlu adanya
konsolidasi antar pihak dan pembenahan dari hulu dan tata kelola penempatan pekerja migran,
sebagai salah satu bentuk perlindungan kepada CPMI..
73

