Page 653 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 653

Judul               Pengusaha Klaim Bayarkan Upah Pekerja Sesuai Aturan
                Nama Media          Radar Lombok
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         Pg2
                Jurnalis            Dev
                Tanggal             2021-11-24 09:50:00
                Ukuran              247x81mmk
                Warna               Hitam/Putih
                AD Value            Rp 22.230.000

                News Value          Rp 111.150.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif

              Ringkasan


              Pembayaran  upah  pekerja  diklaim  sudah  sesuai aturan  Upah  Minimum  dari  pemerintah  oleh
              perusahaan. Pengusaha yang belum mampu membayarkan tentu ada kesepatan antara pekerja
              dan  pengusaha,  terutama  pada  kondisi  usahanya  belum  baik.  Kendati  dari  serikat  pekerja
              menyebutkan masih banyak pengusaha tidak membayarkan upah pekerja sesuai dengan UMP.
              Padahal sudah ada kebijakan dari pemerintah terkait sanksi perusahaan bandel.



              PENGUSAHA KLAIM BAYARKAN UPAH PEKERJA SESUAI ATURAN

              MATARAM  -  Pembayaran  upah  pekerja  diklaim  sudah  sesuai  aturan  Upah  Minimum  dari
              pemerintah  oleh  perusahaan.  Pengusaha  yang  belum  mampu  membayarkan  tentu  ada
              kesepatan antara pekerja dan pengusaha, terutama pada kondisi usahanya belum baik. Kendati
              dari serikat pekerja menyebutkan masih banyak pengusaha tidak membayarkan upah pekerja
              sesuai dengan UMP. Padahal sudah ada kebijakan dari pemerintah terkait sanksi perusahaan
              bandel.

              ''Namanya pengusaha ada saja yang belum baik, apalagi kondisi seperti ini. Kenaikan berapa
              rupiah pun kalau kondisi perusahaannya belum baik tidak bisa dipaksakan," kata Ketua Asosiasi
              Pengusaha Indonesia (Apindo) NTB I Wayan Jaman Saputra, Selasa (23/11).

              Dikatakan Wayan, sekarang ini pengusaha baru memulai bangkit dan belum bisa dikatakan pulih
              sepenuhnya. Artinya belum bisa memberikan upah pekerja dengan normal. Tetapi di satu sisi
              tentu saja ada pengusaha yang mampu membayarkan, apalagi banyaknya pengusaha di NTB.
              "Kami  mengimbau bagi pengusaha  yang  mampu  harus  membayar  seusai  UMP.  Kalau  belum
              mampu memang ada aturan. Pengusahanya harus di audit dan biayanya besar," ucapnya.

              Namun, pengusaha untuk melakukan audit pun harus mengeluarkan biaya besar. Apalagi banyak
              beban yang harus dibayarkan oleh para pengusaha, salah satunya kredit di bank dan sebagainya.
              Sejauh ini, pihaknya tidak ada menerima laporan sebelum pandemi Covid-19 dari anggota Apindo
              yang tidak membayar upah sesuai ketentuan. Terlebih penetapan UMP sendiri kebijakan sudah
              ada dari sejak dulu dan diikuti semua oleh pengusaha.




                                                           652
   648   649   650   651   652   653   654   655   656   657   658