Page 654 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 654

"Cuma sekarang ini karena pandemi pemerintah ada membuat regulasi aturan yang lebih simpel
              sesuai UU ketenagakerjaan penjabaran dari Omnibuslaw yang kita terapkan untuk 2022 ini,"
              jelasnya.

              Sebelumnya, pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mataram
              (Unram)  Dr  Abdul  Aziz  Bagis  mengatakan  kenaikan  upah  minimum  jika  dijalankan  secara
              konsisten  oleh  pengusaha,  maka  akan  mampu  mengangkat  ekonomi  daerah.  Hanya  saja
              masalahnya di NTB meskipun upah minimum menjadi Rp 2,21 juta dan itu relatif kecil, tetapi
              tidak semua pelaku usaha menjalankan secara konsisten.

              "Jujur saja UMK kebanyakan yang saya amati tidak pernah bisa menyanggupi UMR itu. Paling
              mereka (pengusaha, red) hanya 70 persen dari UMR yang ditentukan," katanya.

              Sekarang persoalannya mayoritas UMP di NTB ini tidak semuanya mampu membayar. Mereka
              perusahaan hanya punya kemampuan masih di sekitar Rp 1,5 juta -Rp1,6 juta membayar upah
              dan buruh terpaksa menerima karena kesulitan mencari lapangan kerja yang lain.
              "Ini  harus  dipikirkan  pemerintah.  Jadi  jangan  pemerintah  merasa  tugasnya  sudah  selesai
              harusnya  dengan  menaikkan  Rp  23  ribu  itu.  Tugas  pemerintah  daerah  bagaimana  supaya
              kebijakan ini dijalankan secara konsisten oleh pengusaha di lapangan," ucapnya, (dev)

              caption:

              PEKERJA: Pengusaha mengklaim telah membayar upah pekerja sesuai aturan upah minimum.
















































                                                           653
   649   650   651   652   653   654   655   656   657   658   659