Page 245 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 04 NOVEMBER 2019
P. 245
Title KEMNAKER BERTEMU PERWAKILAN MASSA BURUH, INI YANG DIBAHAS
Media Name suara.com
Pub. Date 01 November 2019
https://www.suara.com/news/2019/11/01/105130/kemnaker-bertemu-perwakil an-
Page/URL
massa-buruh-ini-yang-dibahas
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Sejumlah Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) melakukan unjuk rasa di Gedung
Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, pada hari Kamis (31/10/2019). Dalam unjuk
rasa ini, massa SP/SB menyuarakan 2 tuntutan kepada pemerintah. Kedua tuntutan
tersebut telah diterima Kemnaker melalui audiensi yang dilangsungkan di Kantor
Kemnaker.
Usai menerima audiensi perwakilan unjuk rasa, Direktur Pengupahan Kemnaker,
Dinar Titus Jogaswitani, menjelaskan, 2 tuntutan tersebut yaitu pertama, tuntutan
untuk merevisi Peraturan Pemerintah RI Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan
(PP Pengupahan). Kedua, menolak revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan).
Terkait revisi PP Pengupahan, Dinar menjelaskan bahwa saat ini pemerintah masih
menerima seluruh masukan agar dapat menyusun pokok pikiran perubahan PP
Pengupahan tersebut. Selama belum ada revisi terhadap PP Pengupahan maka
peraturan tersebut masih berlaku dan terbaik yang ada saat ini. Ia mencontohkan
dengan kenaikan Upah Minimun (UM) tahun 2020 sebesar 8,51 persen.
Kenaikan ini, kata Dinar, dihasilkan dari formulasi PP Pengupahan yang mendasarkan
pada inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Angka ini kan diambil dari inflasi nasional sebesar 3,39 persen ditambah dengan
pertumbuhan ekonomi 5,12 persen menjadi 8,51 persen sesuai dengan PP 78/2015
tentang Pengupahan," kata Dinar.
Menurut Dinar, memang terdapat beberapa wilayah yang merasa keberatan
terhadap kenaikan tersebut. Hanya saja, keberatan tersebut tidak di lengkapi oleh
data dan informasi. Dengan demikian, kenaikan sebesar 8,51 persen ini merupakan
jalan yang terbaik karena didasari oleh variable yang terukur, yaitu inflasi dan
pertumbuhan ekonomi nasional.
"Ada dari asosiasi pengusaha datang kemari untuk minta agar kenaikannya sekitar 5
- 6 persen saja, sementara buruh minta 10 - 15 persen. Namun kedua permintaan
tersebut tidak didasari oleh data empiris yang kuat. Jadi 8,51 persen ini sudah
terbaik," kata Dinar.
Page 244 of 328.

