Page 16 - PRODUK BUKU MAHASISWA
P. 16
Hal ini karena, pembaca tidak mengalami atau mengikuti suatu
peristiwa secara langsung. Oleh karena itu, pilihan kata-kata yang
dipakai menunjukkan sikap media ketika melihat dan memaknai
suatu peristiwa. Peristiwa yang sama dapat digambarkan dengan
pilihan kata-kata yang berbeda-beda. Pemilihan kosakata yang
berbeda mampu menimbulkan arti dan pemaknaan yang berfungsi
membatasi pandangan khalayak untuk menerima kosakata yang
dihadirkan oleh media (Ghassani, 2018).
Contohnya:
Peristiwa konflik antar suku di Papua Nugini yang diliput
oleh media Jambi-Independent.co.id dan media Gridhot.id
menggunakan pilihan kosakata tertentu pada teks
pemberitaannya yang bermaksud membatasi pandangan pembaca.
Hal ini dilakukan untuk mengajak pembaca berpikir dalam
memahami peristiwa konflik antar suku di Papua Nugini di satu
sisi bukan disisi yang lain. Agar lebih jelasnya dapat dilihat pada
uraian di bawah ini,
a. Media Jambi-Independent.co.id
Kosakata yang digunakan oleh media Jambi-Independent
bersifat membatasi hal ini dapat dibuktikan dengan penggunaan
kosakata “pertikaian dan perkelahian”. Kosakata pertikaian dan
perkelahian yang digunakan media Jambi-Independent tidak
mempunyai penilaian atas pihak yang terlibat. Kata pertikaian dan
perkelahian tidak ada posisi pelaku dan korban dan lebih
cenderung bersifat netral. Dengan kata lain, disugestikan bahwa
tidak ada yang salah atau benar dalam insiden tersebut, tetapi
merujuk kepada suatu peristiwa yang rumit dan kompeks.
b. Media Gridhot.id
Kosakata yang digunakan oleh media Gridhot.id bersifat
membatasi hal ini dapat dibuktikan dengan menggunakan
Scientific Inquiry untuk Materi Analisis Wacana Kritis 11