Page 21 - PRODUK BUKU MAHASISWA
P. 21
b. Media Gridhot.id
Kosakata marjinalisasi yang digunakan oleh media
Gridhot.id dalam teks berita dapat dilihat pada kutipan dibawah
ini, sebagai berikut,
“Paling sedikit enam belas wanita dan anak-anak
tewas dalam pembantaian etnis di Papua Nugini (PNG)
negara yang berbatasan dengan Provinsi Papua.”
“Setidaknya 24 orang dilaporkan tewas, termasuk dua
wanita hamil dan janin yang belum lahir, akibat
insiden penyerangan yang terjadi di kawasan dataran
tinggi tanpa hukum di Papua Nugini.”
Berdasarkan 2 kutipan di atas, kosakata 16 wanita, anak-
anak, dan 2 wanita hamil menunjukkan adanya korban dalam
peristiwa penyerangan antar suku tersebut. Korban yang
digambarkan cenderung wanita, anak-anak, perempuan hamil dan
tidak ada digambarkan bahwa korbannya adalah laki-laki.
Pemakaian kosakata seperti itu secara tidak langsung
menyudutkan wanita, anak-anak, dan perempuan hamil sebagai
korban atas penyerangan antar suku tersebut. Disini terlihat
bahwa wanita, anak-anak, dan perempuan hamil
dimarjinalisasikan dalam pemberitaan yang diliput oleh media
Gridhot.id.
B. Tata Bahasa
Roger Fowler memandang bahasa sebagai satu set kategori
dan proses. Kategori yang penting disebut dengan “model” yang
menggambarkan hubungan antara objek dengan peristiwa. Secara
umum, ada 2 model yang diperkenalkan oleh Roger, Robert Hodge,
Gunther Kress, dan Tony Trew. Model pertama disebut model
sintagmatik dan yang kedua disebut model tranformasi (Eriyanto,
2001:152-153), kedua model tersebut, dijelaskan dibawah ini,
Scientific Inquiry untuk Materi Analisis Wacana Kritis 16