Page 23 - E-Modul pembelajaran terpadu SDH_Neat
P. 23

Penghilangan  sifat  Egosentrisme  kemampuan  untuk  melihat  sesuatu  dari
                      sudut pandang orang lain (bahkan saat orang tersebut berpikir dengan cara
                      yang salah).
                        Anak  usia  sekolah  dasar  yaitu  usia  7-11  tahun  berada  pada  tahap
                  operasional konkrit. Pada proses penyelenggaraan pendidikan Sekolah Dasar
                  (SD),  pemahaman  tentang  perkembangan  kognitif  anak  usia  sekolah  dasar
                  sangat  penting  untuk  menjadi  acuan  dalam  rangka  mendidik  dan  mengajar.
                  Kegiatan  belajar  mengajar  (KBM)  akan  maksimal  apabila  materi  ajar  yang
                  disampaikan dapat dipahami oleh anak. Hal tersebut dapat terjadi ketika tingkat
                  kesukaran materi sesuai dengan taraf kemampuan berfikir anak. Implementasi
                  pembelajaran  terpadu  di  sekolah  dasar  harus  memperhatikan  tahap
                  perkembangan  anak.  Anak  usia  sekolah  dasar  termasuk  pada  operasional
                  konkrit  sehingga  dalam  proses  pembelajaran  akan  lebih  bermakna  jika
                  pembelajaran didukung dengan benda konkrit.

                  2.4.  Tahap Operasional Formal (mulai dari umur 11 tahun)
                        Tahap operasi formal ada pada rentang usia 11 tahun-dewasa. Pada fase
                   ini  dikenal  juga  dengan  masa  remaja.  Remaja  berpikir  dengan  cara  lebih
                   abstrak,  logis,  dan  lebih  idealistic.  Tahap  operasional  formal,  usia  sebelas
                   sampai  lima  belas  tahun.  Pada  tahap  ini  individu  sudah  mulai  memikirkan
                   pengalaman  konkret,  dan  memikirkannya  secara  lebih  abstrak,  idealis  dan
                   logis.  Kualitas  abstrak  dari  pemikiran  operasional  formal  tampak  jelas  dalam
                   pemecahan problem verbal. Pemikir operasional konkret perlu melihat elemen
                   konkret A, B, dan C untuk menarik kesimpulan logis bahwa jika A = B dan B =
                   C,  maka  A  =  C.  Sebaliknya  pemikir  operasional  formal  dapat  memecahkan
                   persoalan itu walau problem ini hanya disajikan secara verbal.
                         Selain  memiliki  kemampuan  abstraksi,  pemikir  operasional  formal  juga
                   memiliki  kemampuan  untuk  melakukan  idealisasi  dan  membayangkan
                   kemungkinan-kemungkinan. Pada tahap ini, anak mulai melakukan pemikiran
                   spekulasi tentang kualitas ideal yang mereka inginkan dalam diri mereka dan
                   diri orang lain. Konsep operasional formal juga menyatakan bahwa anak dapat
                   mengembangkan hipotesis deduktif tentang cara untuk memecahkan problem
                   dan mencapai kesimpulan secara sistematis (Marinda, 2020).


                  3.    Bahan Diskusi
                        Setelah memahami tahapan perkembangan pada anak, (a) silahkan Anda
                        analisis  perkembangan  anak  usia  sekolah  dasar.  (b)  Mengapa  harus
                        memperhatikan tahapan perkembangan anak sebelum memulai kegiatan
                        pembelajaran terpadu di kelas?












                                                           20
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28