Page 20 - E-Modul pembelajaran terpadu SDH_Neat
P. 20
memperlihatkan adanya pembicaraan egosentris. Anak tidak dapat
membedakan antara dirinya dan orang lain. Meskipun pada tahapan ini anak
berbicara dengan anak lainnya, namun dalam pembicaraan tersebut tidak
terjadi pertukaran informasi yang berarti karena menurut Piaget sekumpulan
anak yang berbicara satu sama lainnya hanya akan menghasilkan monolog.
Dalam tahapan ini bahasa mengalami kemajuan dari sifat dasarnya yang
egosentris, dimana anak berkata-kata tanpa ada tujuan komunikasi yang
sebenarnya. Bahasa egosentris sejalan dengan konsepsi anak praoperasional
mengenai aturan-aturan berikutnya ketika mereka bermain. Anak-anak
seringkali tidak mengikuti aturan yang semestinya, mereka seringkali membuat
aturan sendiri dan merasa benar. Anak-anak di tahap perkembangan
praoperasional tidak memiliki pengetahuan lain yang digariskan oleh aturan
luar terhadap perilaku mereka (Novitasari, 2020).
Animisme, sebuah batasan lain pemikiran praoperasional adalah
keyakinan bahwa benda mati mempunyai kualitas seperti benda hidup dan
mampu bertindak. Seorang anak dapat menunjukkan animisme dengan
mengatakan bahwa pohon dapat mendorong daun sehingga jatuh. (Santrock,
2007).
Beberapa karakteristik berpikir tahap praoperasional (2-4 tahun) dapat
dijelaskan sebagai berikut.
1) Adanya fungsi semiotik (simbol) mulai usia 2- 4 tahun.
2) Imitasi tak langsung yaitu dengan membuat imitasi yang secara tidak
langsung dari bendanya sendiri. Contoh: anak bermain pasarpasaran
secara sendirian, meskipun dia sedang bersama temannya yang lain.
3) Permainan simbolis. Contoh: mobil-mobilan dengan balok-balok kecil.
Permainan simbolis dapat merupakan ungkapan diri anak.
4) Anak dapat menggambar realistis tetapi tidak proporsional. Contoh: gambar
orang yang tidak proporsional.
5) Bahasa ucapan. Anak mulai menggunakan suara sebagai representasi
benda atau kejadian. Perkembangan bahasa sangat memperlancar
perkembangan konseptual anak dan juga perkembangan kognitif anak. ·
Menurut Piaget, perkembangan bahasa merupakan transisi dari sifat
egosentris ke interkomunikasi sosial.
b) Subtahap Pemikiran Intuitif
Subtahap pemikiran intuitif adalah subtahap kedua pemikiran
praoperasional yang terjadi pada usia 4-7 tahun. Dalam subtahap tersebut
anak-anak mulai menggunakan penalaran primitif dan ingin tahu jawaban atas
segala pertanyaan. Pada usia 5 tahun anak akan memiliki banyak pertanyaan
tentang “mengapa”. Pertanyaan tersebut memberi sinyal munculnya minat
dalam penalaran dan mencari tahu mengapa hal-hal ada sebagaimana
adanya. Piaget menyebut sebagai tahap intuitif karena anak-anak begitu yakin
akan pengetahuan dan pemahaman mereka tetapi tidak tahu bagaimana anak-
anak tahu apa yang mereka ketahui. Hal tersebut bermakna, pada subtahap
intuitif anak-anak tahu sesuatu tetapi mengetahuinya tanpa menggunakan
pemikiran rasional.
Barokah, 2020 menyatakan ada beberapa karakteristik berpikir tahap
praoperasional (4-7 tahun) yakni:
17

