Page 18 - E-Modul pembelajaran terpadu SDH_Neat
P. 18

BAB IV
                                  TAHAP PERKEMBANGAN OPERASIONAL KONKRIT


                  1.    Sub Capaian Pembelajaran MK
                         Setelah mempelajari materi pada bab ini mahasiswa mampu memahami
                  dan menganalisis tahap perkembangan siswa sekolah dasar.

                  2.    Uraian Materi
                        Piaget  dalam  Dwiredy  dan  Qalbi  (2021:110)  menyatakan  bahwa  tahap-
                  tahap  perkembangan  sama  bagi  semua  anak  dan  bahwa  anak  mengalami
                  semua kemajuan di masing-masing tahap dalam urutan yang sama. Usia-usia
                  yang  terindentifikasi  oleh  masing-masing  tahap  hanyalah  perkiraan  dan  tidak
                  tetap. Beberpa tahap perkembangan anak tersebut sebagai berikut.
                  2.1.  Tahap Sensorimotor (0-2 tahun)
                        Tahapan sensorimotor berlangsung dari kelahiran sampai kira-kira usia 2
                  tahun. Dalam tahapan ini, bayi membentuk pemahaman tentang dunia dengan
                  mengkoordinasikan  pengalaman-pengalaman  sensorik  (seperti  melihat  dan
                  mendengar)  dengan  tindakan  fisik  dan  motorik  oleh  karena  itu  disebut
                  sensorimotor. Pada awal tahapan ini, bayi yang baru lahir hanya memiliki pola
                  perilaku refleks. Pada akhir tahapan sensorimotor, anak berusia 2 tahun sudah
                  mampu menghasilkan pola-pola sensorimotor yang komplek dan menggunakan
                  simbol-simbol primitif.
                        Piaget  membagi  tahapan  sensorimotor  menjadi  enam  periode  yaitu  (a)
                  refleks-refleks  sederhana;  (b)  reaksi  sirkuler  primer;  (c)  reaksi-reaksi  sirkuler
                  sekunder; (d) koordinasi skemata sekunder; (e) reaksi-reaksi sirkuler tersier; (f)
                  representasi simbolik (Mu’min, 2013).
                   a.  Periode Penggunaan Refleks-Refleks (Usia 0-1 bulan) Periode
                   b.  Reaksi  Sirkuler  Primer  (Usia  1-4  bulan)  Reaksi  ini  terjadi  ketika  bayi
                      menghadapi  sebuah  pengalaman  baru  dan  berusaha  mengulanginya.
                      Contoh:  menghisap  jempol.  Pada  contoh  menghisap  jempol,  bayi  mulai
                      mengkoordinasikan  1).  Gerakan  motorik  dari  tangannya  dan  2).
                      Penggunaan fungsi penglihatan untuk melihat jempol.
                   c.  Periode Reaksi Sirkuler sekunder (Usia 4-10 bulan) Reaksi sirkuler primer
                      terjadi  karena  melibatkan  koordinasi  bagianbagian  tubuh  bayi  sendiri,
                      sedangkan  reaksi  sirkuler  sekunder  terjadi  ketika  bayi  menemukan  dan
                      menghasilkan kembali peristiwa menarik diluar dirinya.
                   d.  Periode Koordinasi skema-skema skunder (Usia 10-12 bulan) Pada periode
                      ini  bayi  belajar  untuk  mengkoordinasikan  dua  skema  terpisah  untuk
                      mendapatkan  hasil.  Contoh:  suatu  hari  Laurent  (anak  Piaget)  ingin
                      memeluk  kotak  mainan,  namun  Piaget  menaruh  tangannya  ditengah  jala.
                      Pada  awalnya  Laurent  mengabaikan  tangan  ayahnya.  Dia  berusaha
                      menerobos  atau  berputar  mengelilinginya  tanpa  menggeser  tangan
                      ayahnya.  Ketika  Piaget  tetap  menaruh  tangannya  untuk  menghalangi
                      anaknya, Laurent terpaksa memukul kotak mainan itu sambil melambaikan
                      tangan,  mengguncang  tubuhnya  sendiri  dan  mengibaskan  kepalanya  dari
                      satu  sisi  ke  sisi  lain.  Akhirnya  setelah  beberapa  hari  mencoba,  Laurent




                                                           15
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23