Page 19 - E-Modul pembelajaran terpadu SDH_Neat
P. 19
berhasil menggerakkan perintang dengan mengibaskan tangan ayahnya
dari jalan sebelum memeluk kotak mainan. Dalam kasus ini, Laurent
berhasil mengkoordinasikan dua skema terpisah yaitu: 1). Mengibaskan
perintang 2). Memeluk kotak mainan.
e. Periode Reaksi Sirkuler Tersier (Usia 12-18 bulan) Pada periode 4, bayi
memisahkan dua tindakan untuk mencapai satu hasil tunggal. Pada periode
5 ini bayi bereksperimen dengan tindakantindakan yang berbeda untuk
mengamati hasil yang berbeda-beda. Contoh: Suatu hari Laurent tertarik
dengan meja yang baru dibeli Piaget. Dia memukulnya dengan telapak
tangannya beberapa kali. Kadang keras dan kadang lembut untuk
mendengarkan perbedaan bunyi yang dihasilkan oleh tindakannya.
f. Periode Representasi Simbolik (Usia 18-24 bulan) Pada periode 5 semua
temuan-temuan bayi terjadi lewat tindakan fisik, pada periode 6 bayi
kelihatannya mulai memikirkan situasi secara lebih internal sebelum pada
akhirnya bertindak. Jadi, pada periode ini anak mulai bisa berfikir.dalam
mencapai lingkungan, pada periode ini anak sudah mulai dapat
menentukan cara-cara baru yang tidak hanya berdasarkan rabaan fisis dan
internal, tetapi juga dengan koordinasi internal dalam gambaran atau
pemikirannya.
2.2. Tahap Pra-operasional (2-7 tahun)
Tahap kedua pra-operasional berlangsung mulai usia 2-7 tahun, dimulai
dengan penguasaan bahasa yang sistematis, permainan simbolis, imitasi
(tidak langsung) serta bayangan dalam mental. Semua proses tersebut
menunjukkan bahwa anak sudah mampu melakukan untuk tingkah laku
simbolis. Anak tidak lagi mereaksi begitu saja terhadap stimulus-stimulus
melainkan nampak ada suatu aktivitas mental. Pada tahapan ini anak juga
membentuk konsep stabil dan mulai untuk melakukan penalaran. Pada saat
yang sama, dunia kognitif anak-anak didominasi oleh egosentrisme dan
keyakinan. Penggunaan istilah pra-operasional menekankan bahwa anak-anak
belum melakukan operasi yang merupakan tindakan mental yang dapat dibalik.
Melakukan opreasi penjumlahan dan pengurangan juga merupakan contoh
operasi.
Pemikiran pra-operasional merupakan awal dari kemampuan untuk
merekonstruksi di dalam pikiran apa yang telah ditetapkan dalam perilaku. Hal
tersebut dibagi menjadi dua subtahap yaitu subtahap fungsi simbolis dan
subtahap pemikiran intuitif (Barokah, 2020).
a) Subtahap fungsi simbolik
Subtahap fungsi simbolik terjadi pada usia 2-4 tahun yang merupakan
tahap pertama pemikiran pra operasional. Dalam subtahap ini, anak-anak
memperoleh kemampuan mental dari suatu objek yang tidak hadir. Anak mulai
menggunakan bahasa dan terlibat dalam permainan pura-pura. Meskipun anak
menunjukkan perkembangan yang cepat pada tahapan pra-operasional
konkret tetapi mereka masih memiliki keterbatasan dalam hal egosentrisme
dan animisme.
Egosentrisme merupakan ketidakmampuan untuk membedakan antara
perspektif sendiri dan perspektif orang lain. Anak praoperasional mengalami
kesulitan khusus berkaitan dengan dua dimensi yang berbeda dari sebuah
situasi dibandingkan situasi lainnya. Anak pada tahap praoperasional
16

