Page 31 - E-Modul pembelajaran terpadu SDH_Neat
P. 31
BAB VI
PEMBELAJARAN TEMATIK
1. Sub Capaian Pembelajaran MK
Setelah mempelajari bab ini mahasiswa mampu menguasai karakteristik
pembelajaran tematik, fungsi pembelajaran tematik, tujuan pembelajaran
tematik, manfaat pembelajaran tematik dan implikasi pembelajaran tematik.
2. Uraian Materi
2.1. Pengertian Pembelajaran Tematik
Pembelajaran adalah kegiatan seorang anak untuk mendapatkan
pengetahuan dan keterampilan. Menurut Lubis dan Azizan (2019:6), tematik
adalah konsep umum yang dapat mengumpulkan beberapa bagian dalam satu
hal. Pembelajaran tematik sebagai suatu pendekatan belajar mengajar yang
melibatkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema untuk memberikan
pengalaman bermakna bagi peserta didik.Pengalaman bermakna maksudnya
peserta didik memahami konsep–konsep yang telah dipelajari melalui
pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang
sudah dipahami.
Permendikbud No. 57 Tahun 2014 menyatakan, “Pembelajaran tematik
memberi penekanan pada suatu tema yang spesifik yang sesuai dengan materi
pelajaran, untuk mengajar satu atau beberapa konsep yang memadukan
berbagai informasi”. Dengan demikian, pelaksanaan dalam pembelajaran
tematik dapat dilakukan dengan mengajarkan beberapa materi pelajaran yang
disajikan dalam satu pertemuan. Sedangkan menurut Malawi dan Kardawati
(2017:1), pembelajaran terpadu di defenisikan sebagai pembelajaran yang
menghubungkan berbagai gagasan, konsep, keterampilan, sikap, dan nilai, baik
antar mata pelajaran maupun satu mata pelajaran.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema
untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga memberikan pengalaman
bermakna kepada peserta didik. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan
pokok yang menjadi pokok pembicaraan dan dalam pembahasan tema ditinjau
dari berbagai mata pelajaran seperti PPK, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan
SBDP.
Pembelajaran Tematik berorientasi pada kebutuhan perkembangan anak
artinya menolak drill sebagai dasar pembentukan pengetahuan dan struktur
intelektual anak. Jika dibandingkan dengan pembelajaran konvensional maka
pembelajaran tematik lebih menekankan keterlibatan peserta didik secara aktif
baik kognitif maupun skill dalam proses pembelajarannya. Prinsip “Belajar
seraya bermain dan Learning by doing” diterapkan dalam pembelajaran
Tematik.
Hal ini sejalan dengan panduan dari Depdiknas (2003) yang menyatakan
bahwa pengalaman belajar peserta didik menempati posisi penting dalam
usaha meningkatkan kualitas lulusan. Untuk itu guru dituntut harus mampu
merancang dan melakukan program pengalaman belajar dengan tepat. Setiap
peserta didik memerlukan bekal pengetahuan dan kecakapan agar dapat hidup
28

