Page 35 - E-Modul pembelajaran terpadu SDH_Neat
P. 35

b)  Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan
                         pembelajaran yang sedang berlangsung.
                     c)  Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk ditikar/karpet.
                     d)  Kegiatan  hendaknya  bervariasi  dan  dapat  dilaksanakan  baik  di  dalam
                         kelas maupun di luar kelas.
                     e)  Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta
                         didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar.
                     f)  Alat,  sarana,  dan  sumber  belajar  hendaknya  dikelola  sehingga
                         memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan merapikan kembali.

                  2.5.  Landasan Pembelajaran Tematik
                      Landasan pembelajaran tematik menurut Majid (2014:87-88) mencakup:
                  1)  Landasan Filosofis
                      Dalam  pembelajaran  tematik  sangat  dipengaruhi  oleh  tiga  aliran  filsafat
                  yaitu:  progresivisme,  konstruktivisme,  dan  humanisme.  Aliran  progresivisme
                  memandang  proses  pembelajaran  perlu  ditekankan  pada  pembentukan
                  kreatifitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural), dan
                  memperhatikan pengalaman siswa. Aliran konstruktivisme melihat pengalaman
                  langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran.
                      Selain progresivisme, pembelajaran tematik juga dikembangakan menurut
                  aliran  kontrukstivisme  yang  menyatakan  bahwa  pengetahuan  dibentuk  sendiri
                  oleh individu dan pengalaman merupakan kunci utama dari belajar bermakna.
                  Aliran  ini  memandang  pengalaman  langsung  yang  dikontruksi  sendiri  oleh
                  siswa  merupakan  kunci  dalam  pembelajaran.Aliran  konstruktivisme  ini
                  melahirkan  teori  pembelajaran  yang  dikenal  dengan  teori  pembelajaran
                  konstruktivistik.
                      Sementara        aliran    humanisme         melihat     siswa      dari     segi
                  keunikan/kekhasannya,  potensinya,  dan  motivasi  yang  dimilikinya.  Selain  itu,
                  prinsip  utama  yang  dikembangkan  dalam  pembelajaran  tematik  adalah
                  developmentally  appropriate  practice  (DAP).  Dalam  DAP  dinyatakan  bahwa
                  pembelajaran harus disesuaikan dengan perkembangan usia dan individu yang
                  meliputi perkembangan kognisi, emosi, minat dan bakat siswa.
                  2)  Landasan Psikologis
                      Dalam  pembelajaran  tematik  terutama  berkaitan  dengan  psikologi
                  perkembangan  peserta  didik  dan  psikologi  belajar.  Psikologi  perkembangan
                  diperlukan  terutama  dalam  menentukan  isi/materi  pembelajaran  tematik  yang
                  diberikan  kepada  peserta  didik  agar  tingkat  keluasan  dan  kedalaman  materi
                  sesuai  dengan  tahap  perkembangan  peserta  didik.  Psikologi  belajar
                  memberikan  kontribusi  dalam  hal  bagaimana  isi/materi  pembelajaran  tematik
                  tersebut  disampaikan  kepada  peserta  didik  dan  bagaimanapula  peserta  didik
                  harus mempelajarinya.
                      Perkembangan  sebagian  bergantung  kepada  sejauhmana  anak  aktif
                  memanipulasi      dan    berinteraksi    aktif   dengan     lingkungan.     Hal    ini
                  mengindikasikan  bahwa  lingkungan  dimana  anak  belajar  sangat  menentukan
                  proses perkembangan kognitifnya. Pola perilaku atau berpikir yang digunakan
                  anak  dan  orang  dewasa  dalam  menangani  obyek-obyek  di  dunia  disebut
                  dengan  skemata.  Pengamatan  mereka  terhadap  suatu  benda  akan
                  mengatakan kepada mereka sesuatu hal tentang objek tersebut.




                                                           32
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40