Page 38 - E-Modul pembelajaran terpadu SDH_Neat
P. 38
BAB VII
PENDEKATAN SAINTIFIK
1. Sub Capaian Pembelajaran MK
Setelah mempelajari materi ini diharapkan siswa mampu memahami
pendekatan saintifik serta mengimplementasikan pendekatan saintifik dalam
perencanaan pembelajaran terpadu maupun dalam prakteknya.
2. Uraian Materi
2.1. Pengertian Pendekatan Saintifik
Pendekatan saintifik merupakan ciri khas dari kurikulum 2013, karena
siswa didorong untuk melakukan keterampilan alamiah yaitu mengamati,
menanya, menalar, mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan dalam kegiatan
belajar (Ahmad, 2019). Pendekatan saintifik merupakan pendekatan yang
berkaitan erat dengan metode saintifik, metode saintifik adalah metode
pembelajaran dengan melibatkan aktivitas pengamatan untuk perumusan
hipotesis dan pengumpulan data (Hapsari, dkk, 2019). Pendekatan saintifik
merupakan pendekatan ilmiah yang dirancang dengan tujuan agar siswa
secara aktif mengasah kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
dengan melaksanakan pengamatan, menanya, menalar, mengumpulkan
informasi, dan mengkomunikasikan (Klarissa, dkk, 2018). Pedekatan saintifik
adalah model pembelajaran yang memfokuskan pada pembinaan siswa agar
terampil dalam memecahkan masalah dan berpikir kritis (Rusadi, dkk, 2019).
Pendekatan saintifik merupakan suatu proses pembelajaran yang dirancang
sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, hukum
atau prinsip melalui tahapan mengamati, menanya mengumpulkan informasi,
menalar dan mengkomunikasikan (Hidayati & Retnawati, 2018).
Pendekatan saintifik menuntut siswa untuk berpikir kritis dan sistematis
dengan tujuan agar siswa mampu menyelesaikan permasalahan yang tidak
mudah dilihat (Septiana, dkk, 2018). Pendekatan saintifik memberikan
pemahaman terhadap siswa terkait pengenalan pada materi dan pemahaman
terhadap materi yang berasal darimana saja dan kapan saja secara mandiri
tidak begantung pada guru (Liana, 2020). Syafriana (2017) berpendapat bahwa
pendekatan saintifik dianggap sebagai pendekatan yang sejalan dengan prinsip
belajar sepanjang hayat yang mengacu pada empat pilar pendidikan universal
yaitu belajar untuk mengetahui (Learn to know), belajar untuk melakukan (Learn
to do), belajar untuk menjadi diri sendiri (Learn to be), dan belajar untuk hidup
bersama (Learn to live together).
2.2. Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik
Menurut Hosran dalam Hermawan & Rahayu (2020) yang memaparkan
langkah-langkah pembelajaan dalam pendekatan saintifik, yaitu sebagai
berikut:
a. Mengamati
Dalam tahap observasi mengedepankan pengamatan langsung pada
objek yang akan dipelajari sehingga peserta didik mendapatkan fakta
berbentuk data yang objektif sehingga peserta didik mendapatkan fakta
35

